• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • LEUKOREA

    Selasa, 29 Maret 2011
    BAB I
    TINJAUAN PUSTAKA

    I.1 Pengertian
    Leukorea (white discharge, fluor albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah. Dalam kondisi normal, kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolin. Selain itu sekret vagina juga disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal. Pada perempuan, sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk membersihkan diri, sebagai pelicin dan pertahanan dari berbagai infeksi. Dalam kondisi normal, sekret vagina tersebut tampak jernih, putih keruh atau berwarna kekuningan ketika mengering pada pakaian. Sekret ini non-irritan, tidak mengganggu, tidak terdapat darah, dan memiliki pH 3,5-4,5. Flora normal vagina meliputi Corinebacterium, Bacteroides, Peptostreptococcus, Gardnerella, Mobiluncuc, Mycoplasma dan Candida spp. Lingkungan dengan pH asam memberikan fungsi perlindungan yang dihasilkan oleh lactobacilli.(1,2)
    Leukorea merupakan gejala yang paling sering dijumpai pada penderita ginekologik, adanya gejala ini diketahui penderita karena mengotori celananya. Dapat dibedakan antara leukorea yang fisiologik dan yang patologik. Leukorea fisiologik terdiri atas cairan yang kadang-kadang berupa mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang sedang pada leukorea patologik terdapat banyak leukosit.(2)
    Penyebab paling penting dari leukorea patologik ialah infeksi. Disini cairan mengandung banyak leukosit dan warnanya agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau. Radang vulva, vagina, serviks dan kavum uteri dapat menyebabkan leukorea patologik; pada adneksitis gejala tersebut dapat pula timbul. Selanjutnya leukorea ditemukan pada neoplasma jinak atau ganas, apabila tumor itu dengan permukaannya untuk sebagian atau seluruhnya memasuki lumen saluran alat-alat genital.(2)

    I.2 Epidemiologi
    Sekret vagina sering tampak sebagai suatu gejala genital. Proporsi perempuan yang mengalami flour albus bervariasi antara 1 -15% dan hampir seluruhnya memiliki aktifitas seksual yang aktif, tetapi jika merupakan suatu gejala penyakit dapat terjadi pada semua umur. Seringkali fluor albus merupakan indikasi suatu vaginitis, lebih jarang merupakan indikasi dari servisitis tetapi kadang kedua-duanya muncul bersamaan. Infeksi yang sering menyebabkan vaginitis adalah Trikomoniasis, Vaginosis bacterial, dan Kandidiasis. Sering penyebab noninfeksi dari vaginitis meliputi atrofi vagina, alergi atau iritasi bahan kimia. Servisitis sendiri disebabkan oleh Gonore dan Klamidia. Prevalensi dan penyebab vaginitis masih belum pasti karena sering didiagnosis dan diobati sendiri. Selain itu vaginitis seringkali asimptomatis dan dapat disebabkan lebih dari satu penyebab.(2)

    I.3 Etiologi
    Fluor albus fisiologik pada perempuan normalnya hanya ditemukan pada daerah porsio vagina. Sekret patologik biasanya terdapat pada dinding lateral dan anterior vagina.(2)
    Fluor albus fisiologik ditemukan pada :
    a. Bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari, disini penyebabnya ialah pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin.
    b. Waktu di sekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen. Leukorea disini hilang sendiri akan tetapi dapat menimbulkan keresahan pada orang tuanya.
    c. Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus, disebabkan oleh pengeluaran transudasi dari dinding vagina.
    d. Waktu di sekitar ovulasi, dengan sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi lebih encer.
    e. Pengeluaran sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri juga bertambah pada wanita dengan penyakit menahun, neurosis, dan pada wanita dengan ektropion porsionis uteri. (1)



    Sedang fluor albus abnormal (patologik) disebabkan oleh (1)
    1. Infeksi :
    - Bakteri : Gardanerrella vaginalis, Chlamidia trachomatis, Neisseria gonorhoae, dan Gonococcus(2,3)
    - Jamur : Candida albicans
    - Protozoa : Trichomonas vaginalis
    - Virus : Virus Herpes dan human papilloma virus
    2. Iritasi :
    - Sperma, pelicin, kondom
    - Sabun cuci dan pelembut pakaian
    - Deodorant dan sabun
    - Cairan antiseptic untuk mandi.
    - Pembersih vagina.
    - Celana yang ketat dan tidak menyerap keringat
    - Kertas tisu toilet yang berwarna.
    3. Tumor atau jaringan abnormal lain
    4. Fistula(3)
    5. Benda asing(3)
    6. Radiasi
    7. Penyebab lain(3) :
    - Psikologi : Volvovaginitis psikosomatik
    - Tidak diketahui : “ Desquamative inflammatory vaginitis”

    I.4 Patogenesis
    Meskipun banyak variasi warna, konsistensi, dan jumlah dari sekret vagina bisa dikatakan suatu yang normal, tetapi perubahan itu selalu diinterpretasikan penderita sebagai suatu infeksi, khususnya disebabkan oleh jamur. Beberapa perempuan pun mempunyai sekret vagina yang banyak sekali. Dalam kondisi normal, cairan yang keluar dari vagina mengandung sekret vagina, sel-sel vagina yang terlepas dan mucus serviks, yang akan bervariasi karena umur, siklus menstruasi, kehamilan, penggunaan pil KB.(2)
    Lingkungan vagina yang normal ditandai adanya suatu hubungan yang dinamis antara Lactobacillus acidophilus dengan flora endogen lain, estrogen, glikogen, pH vagina dan hasil metabolit lain. Lactobacillus acidophilus menghasilkan endogen peroksida yang toksik terhadap bakteri pathogen. Karena aksi dari estrogen pada epitel vagina, produksi glikogen, lactobacillus (Doderlein) dan produksi asam laktat yang menghasilkan pH vagina yang rendah sampai 3,8-4,5 dan pada level ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain.(2)
    Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh Candida sp. terutama Candida albicans. Infeksi Candida terjadi karena perubahan kondisi vagina. Sel ragi akan berkompetisi dengan flora normal sehingga terjadi kandidiasis. Hal-hal yang mempermudah pertumbuhan ragi adalah penggunaan antibiotik yang berspektrum luas, penggunaan kontrasepsi, kadar estrogen yang tinggi, kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, pemakaian pakaian ketat, pasangan seksual baru dan frekuensi seksual yang tinggi. Perubahan lingkungan vagina seperti peningkatan produksi glikogen saat kehamilan atau peningkatan hormon esterogen dan progesterone karena kontrasepsi oral menyebabkan perlekatan Candida albicans pada sel epitel vagina dan merupakan media bagi prtumbuhan jamur. Candida albicans berkembang dengan baik pada lingkungan pH 5-6,5. Perubahan ini bisa asimtomatis atau sampai sampai menimbulkan gejala infeksi. Penggunaan obat immunosupresan juga menajdi faktor predisposisi kandidiasis vaginalis. (4,5)
    Pada penderita dengan Trikomoniasis, perubahan kadar estrogen dan progesterone menyebabkan peningkatan pH vagina dan kadar glikogen sehingga berpotensi bagi pertumbuhan dan virulensi dari Trichomonas vaginalis.(2)
    Vaginitis sering disebabkan karena flora normal vagina berubah karena pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari lingkungan vagina sehingga bakteri patogen itu mengalami proliferasi. Antibiotik kontrasepsi, hubungan seksual, stres dan hormon dapat merubah lingkungan vagina tersebut dan memacu pertumbuhan bakteri patogen. Pada vaginosis bacterial, diyakini bahwa faktor-faktor itu dapat menurunkan jumlah hidrogen peroksida yang dihasilkan oleh Lactobacillus acidophilus sehingga terjadi perubahan pH dan memacu pertumbuhan Gardnerella vaginalis, Mycoplasma hominis dan Mobiluncus yang normalnya dapat dihambat. Organisme ini menghasilkan produk metabolit misalnya amin, yang menaikkan pH vagina dan menyebabkan pelepasan sel-sel vagina. Amin juga merupakan penyebab timbulnya bau pada flour albus pada vaginosis bacterial.(2)
    Flour albus mungkin juga didapati pada perempuan yang menderita tuberculosis, anemia, menstruasi, infestasi cacing yang berulang, juga pada perempuan dengan keadaan umum yang jelek, higiene yang buruk dan pada perempuan yang sering menggunakan pembersih vagina, disinfektan yang kuat.(2)

    I.5 Gejala Klinis
    Segala perubahan yang menyangkut warna dan jumlah dari sekret vagina merupakan suatu tanda infeksi vagina. Infeksi vagina adalah sesuatu yang sering kali muncul dan sebagian besar perempuan pernah mengalaminya dan akan memberikan beberapa gejala fluor albus:1
    - Keputihan yang disertai rasa gatal, ruam kulit dan nyeri.
    - Sekret vagina yang bertambah banyak
    - Rasa panas saat kencing
    - Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal
    - Berwarna putih keabu-abuan atau kuning dengan bau yang menusuk
    Vaginosis bacterial, sekret vagina yang keruh, encer, putih abu-abu hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis. Bau semakin bertambah setelah hubungan seksual
    Trikomoniasis, sekret vagina biasanya sangat banyak kuning kehijauan, berbusa dan berbau amis.
    Kandidiasis, sekret vagina menggumpal putih kental. Gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak di daerah genital. Tidak ada komplikasi yang serius.
    Infeksi klamidia, biasanya tidak bergejala. Sekret vagina yang berwarna kuning seperti pus. Sering kencing dan terdapat perdarahan vagina yang abnormal



    I.6 Pemeriksaan Penunjang
    Pemeriksaan penunjang yang dilakukan :
    - Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan biokimia dan urinalisis.
    - Kultur urin untuk menyingkirkan infeksi bakteri pada traktus urinarius
    - Sitologi vagina
    - Kultur sekret vagina
    - Radiologi untuk memeriksa uterus dan pelvis
    - Ultrasonografi (USG) abdomen
    - Vaginoskopi
    - Sitologi dan biopsy jaringan abnormal
    - Tes serologis untuk Brucellosis dan herpes
    - Pemeriksaan PH vagina.
    - Penilaian swab untuk pemeriksaan dengan larutan garam fisiologis dan KOH 10 % .
    - Pulasan dengan pewarnaan gram .
    - Pap smear.
    - Biopsi.
    - Test biru metilen.(1,3)

    I.7 Diagnosis
    Diagnosis fluor albus ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang.
    a. Anamnesis(3)
    Ditanyakan mengenai usia, metode kontrasepsi yang dipakai oleh akseptor KB kontak seksual, perilaku, jumlah, bau dan warna leukore, masa inkubasi, penyakit yang diderita, penggunaan obat antibiotik atau kortikosteroid dan keluhan-keluhan lain
    b. Pemeriksaan Fisis dan Genital (7)
    Inspeksi kulit perut bawah, rambut pubis, terutama perineum, dan anus. Inspeksi dan palpasi genitalia eksterna. Pemeriksaan spekulum untuk vagina dan serviks, pemeriksaan bimanual pelvis, palpasi kelenjar getah bening dan femoral.
    - Laboratorium (7)
    Hasil pengukuran pH cairan vagina dapat ditentukan dengan kertas pengukur pH dan pH diatas 4,5 sering disebabkan oleh trichomoniasis tetapi tidak cukup spesifik. Cairan juga dapat diperiksa dengan melarutkan sampel dengan 2 tetes larutan normal saline 0,9% diatas objek glass dan sampel kedua di larutkan dalam KOH 10%. Penutup objek glass ditutup dan diperiksa dibawah mikroskop. Sel ragi atau pseudohyphae dari candida lebih mudah didapatkan pada preparat KOH. Namun kultur T. vaginalis lebih sensitive dibanding pemeriksaan mikroskopik.
    Secara klinik, untuk menegakkan diagnosis vaginosis bakterial harus ada tiga dari empat kriteria sebagai berikut, yaitu: (1) adanya sel clue pada pemeriksaan mikroskopik sediaan basah, (2) adanya bau amis setelah penetesan KOH 10% pada cairan vagina, (3) duh yang homogen, kental, tipis, dan berwarna seperti susu, (4) pH vagina lebih dari 4.5 dengan menggunakan nitrazine paper.

    I.8 Penatalaksanaan
    Untuk menghindari komplikasi yang serius dari keputihan (fluor albus), sebaiknya penatalaksanaan dilakukan sedini mungkin sekaligus untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyebab lain seperti kanker leher rahim yang juga memberikan gejala keputihan berupa sekret encer, berwarna merah muda, coklat mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.(8)
    Penatalaksanan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit. Sediaan obat dapat berupa sediaan oral (tablet, kapsul), topikal seperti krem yang dioleskan dan uvula yang dimasukkan langsung ke dalam liang vagina. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual, terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masih dalam pengobatan. Selain itu, dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan daerah intim sebagai tindakan pencegahan sekaligus mencegah berulangnya keputihan yaitu dengan :
    1. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.
    2. Setia kepada pasangan. Hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.
    3. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat, hindari pemakaian celana terlalu ketat. Biasakan untuk mengganti pembalut, pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak.
    4. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang.
    5. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina.
    6. Hindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi.
    7. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi dsb. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya.(8)

    Tujuan pengobatan
    - Menghilangkan gejala
    - Memberantas penyebabrnya
    - Mencegah terjadinya infeksi ulang
    - Pasangan diikutkan dalam pengobatan
    Fisiologis : tidak ada pengobatan khusus, penderita diberi penerangan untuk menghilangkan kecemasannya.
    Patologi : Tergantung penyebabnya




    Berikut ini adalah pengobatan dari penyebab paling sering :
    1. Candida albicans (3)
    Topikal
    - Nistatin tablet vagina 2 x sehari selama 2 minggu
    - Klotrimazol 1% vaginal krim 1 x sehari selama 7 hari
    - Mikonazol nitrat 2% 1 x sehari selama 7 – 14 hari
    Sistemik
    - Nistatin tablet 3-4 x 1 tablet selama 14 hari
    - Ketokonazol oral 2 x 200 mg selama 7 hari
    - Nimorazol 2 gram dosis tunggal
    - Ornidazol 1,5 gram dosis tunggal
    Pasangan seksual dibawa dalam pengobatan
    2. Chlamidia trachomatis
    - Metronidazole 600 mg/hari 4-7 hari (Illustrated of textbook gynecology)
    - Tetrasiklin 4 x 500mg selama 10-14 hari oral
    - Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 10-14 hari bila
    - Minosiklin dosis 1200mg di lanjutkan 2 x 100 mg/hari selama 14hari
    - Doksisiklin 2 x 200 mg/hari selama 14 hari
    - Kotrimoksazole sama dengan dosis minosiklin 2 x 2 tablet/hari selama 10 hari
    3. Gardnerella vaginalis
    - Metronidazole 2 x 500 mg
    - Metronidazole 2 gram dosis tunggal
    - Ampisillin 4 x 500 mg oral sehari selama 7 hari
    - Pasangan seksual diikutkan dalam pengobatan
    4. Neisseria gonorhoeae
    - Penicillin prokain 4,8 juta unit im atau
    - Amoksisiklin 3 gr im
    - Ampisiillin 3,5 gram im atau
    Ditambah :
    - Doksisiklin 2 x 100mg oral selama 7 hari atau
    - Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
    - Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
    - Tiamfenikol 3,5 gram oral
    - Kanamisin 2 gram im
    - Ofloksasin 400 mg/oral
    Untuk Neisseria gonorhoeae penghasil Penisilinase
    - Seftriaxon 250 mg im atau
    - Spektinomisin 2 mg im atau
    - Ciprofloksasin 500 mg oral
    Ditambah
    - Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari atau
    - Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
    - Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
    5. Virus herpeks simpleks
    Belum ada obat yang dapat memberikan kesembuhan secara tuntas
    - Asiklovir krim dioleskan 4 x sehari
    - Asiklovir 5 x 200 mg oral selama 5 hari
    - Povidone iododine bisa digunakan untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder(8)
    6. Penyebab lain :
    Vulvovaginitis psikosomatik dengan pendekatan psikologi. Desquamative inflammatory vaginitis diberikan antibiotik, kortikosteroid dan estrogen.(3)

    I.9 Prognosis
    Biasanya kondisi-kondisi yang menyebabkan fluor albus memberikan respon terhadap pengobatan dalam beberapa hari. Kadang-kadang infeksi akan berulang. Dengan perawatan kesehatan akan menentukan pengobatan yang lebih efektif(2)

    BAB II
    LAPORAN KASUS

    Anamnesis
    Identitas Pasien
    Nama : Nn. M
    Umur : 17 tahun
    Alamat : Bukittinggi
    Pekerjaan : Siswa
    Agama : Islam

    Seorang pasien wanita usia 17 tahun datang ke poliklinik kebidanan Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi pada tanggal 1 Maret 2011 dengan :

    Keluhan Utama
    Keluar lendir berwarna putih kental, banyak dan berbau bususk dari kemaluan sejak 1 bulan yang lalu.

    Riwayat Penyakit Sekarang :
    - Keluar lendir berwarna putih kental, banyak dan berbau busuk dari kemaluan sejak 1 bulan yang lalu.
    - Terasa gatal di daerah kemaluan sejak 1 bulan yang lalu.
    - Terasa panas di daerah kemaluan saat buang air kecil sejak 2 minggu yang lalu.
    - Pasien mandi dan mengganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari.
    - Riwayat memakai pembersih vagina ada sejak 2 bulan yang lalu.
    - Riwayat sering memakai pakaian ketat ada.
    - Riwayat berganti pakaian dengan orang lain tidak ada.
    - Riwayat berhubungan seksual sebelumnya tidak ada.
    - Riwayat nyeri dan pembengkakan di perut tidak ada.
    - Riwayat perdarahan di luar menstruasi tidak ada.
    - Riwayat demam dan trauma tidak ada.
    - Jumlah dan frekuensi BAK dan BAB biasa.

    Riwayat Penyakit Dahulu
    Tidak pernah menderita penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal, penyakit hepar, hipertensi dan penyakit diabetes melitus.

    Riwayat Penyakit Keluarga
    Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini.

    Riwayat menstruasi
    Menarche usia 12 tahun, siklus teratur, lama 5-7 hari, ganti duk 2-3x/ hari, nyeri haid tidak ada.

    Riwayat perkawinan : Belum menikah

    Pemeriksaan Umum
    Keadaan umum : Sedang
    Kesadaran : Komposmentis kooperatif
    Tekanan darah : 120/80 mmHg
    Frekuensi nadi : 84 x / menit
    Frekuensi nafas : 20 x / menit
    Suhu : 36,70 C
    Tinggi badan : 155 cm
    Berat badan : 45 kg

    Pemeriksaan Sistemik
    Kulit : Tidak ditemukan kelainan
    Kepala : Tidak ditemukan kelainan
    Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
    Telinga : Tidak ditemukan kelainan
    Hidung : Tidak ditemukan kelainan
    Tenggorokan : Tidak ditemukan kelainan
    Gigi & mulut : Tidak ditemukan kelainan
    Leher : JVP 5 – 2 cmH2O
    Thorax : Jantung
    Inspeksi : Iktus tidak terlihat
    Palpasi : Iktus teraba 2 jari medial LMCS RIC V
    Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
    Auskultasi : Irama teratur, bising (-)
    Paru
    Inspeksi : Simetris kiri = kanan
    Palpasi : Fremitus kiri = kanan
    Perkusi : Sonor
    Auskultasi : Vesikuler, rhonki-/-, wheezing -/-
    Abdomen : Status ginekologikus
    Genitalia : Status ginekologikus
    Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik.

    Status Ginekologikus
    Abdomen :
    Inspeksi :Tidak tampak membuncit, sikatrik (-)
    Palpasi :Supel, nyeri tekan tidak ada, nyeri lepas tidak ada
    Perkusi :Timpani
    Auskultasi :Bising usus (+) normal.

    Genitalia:
    Inspeksi : V/U ruam kemerahan, lendir warna putih kental; PPV (-)
    Inspekulo : tidak dilakukan
    VT bimanual : tidak dilakukan

    Diagnosis
    Fluor albus e.c suspect candidiasis


    Diagnosis banding
    Fluor albus e.c suspect vaginosis bakterial

    Sikap
    • Pemeriksaan darah lengkap
    • Swab vulva untuk pemeriksaan dengan KOH 10 %
    • Kultur dan tes sensitivitas
    • Kultur urine

    Terapi
    Umum :
    - Selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan dan menjaga agar tetap kering dan tidak lembab serta tidak memakai pakaian yang ketat.
    - Hentikan pemakaian pembersih vagina
    Khusus : Nystatin tablet 3x1
    Loratadin tablet 1x1

    Rencana
    - Kontrol ke poli setelah hasil swab dan kultur keluar







    BAB III
    DISKUSI

    Dilaporkan seorang pasien wanita usia 17 tahun berobat ke poli kebidanan RS Achmad Mochtar Bukittinggi pada tanggal 1 Maret 201. Setelah diperiksa, pasien tersebut di diagnosis dengan fluor albus e.c suspect kandidiasis. Diagnosis ini ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik.
    Dari anamnesis didapatkan pasien mengeluh keluar lendir berwarna putih kental, banyak, berbau busuk dan gatal dari kemaluan sejak 1 bulan yang lalu, merasa panas di daerah kemaluan saat buang air kecil dan pasien ada riwayat memakai pembersih vagina dan sering memakai pakaian ketat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan inspeksi genitalia: V/U ruam kemerahan, lendir warna putih kental.
    Menurut teori fluor albus terbanyak disebabkan oleh candida albicans, penyebab lain adalah faktor hygiene yang tidak baik, pemakain antiseptik pada daerah kemaluan, celana ketat. Untuk dapat memastikan penyebab terjadinya fluor albus pada pasien ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan Swab vulva untuk pemeriksaan dengan KOH 10 %, pemeriksaan kultur dan tes sensitivitas dan kultur urine. Terapi umum untuk pasien ini selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan dan menjaga agar tetap kering dan tidak lembab serta tidak memakai celana yang ketat, hentikan pemakaian pembersih vagina. Terapi khusus diberikan Nystatin tablet 3x1 dan loratadine tablet 1x1. Pasien di sarankan kontrol ke poli setelah hasil swab dan kultur keluar untuk mendapatkan terapi yang tepat.












    DAFTAR PUSTAKA

    1. Wiknjosastro, H, Saifuddin, B, Rachimhadi, Trijatmo. Radang dan Beberapa penyakit lain pada alat genital wanita in Ilmu Kandungan. 1999. Edisi kedua , Cetakan Ketiga. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo : Jakarta
    2. Amiruddin, D. Fluor Albus in Penyakit Menular Seksual. 2003.LKiS : Jogjakarta
    3. Manoe, I.. M.S. M, Rauf, S, Usmany,H. Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. 1999. Bagian/SMF Obstetri dn Ginekologi Fakultas Kedokteran Unhas RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo : Ujung pandang
    4. Anindita, Wiki. Santi Martini. 2006. Faktor Resiko Kejadian Kandidiasis vaginalis pada akseptor KB. Fakultas Kesehatan Masyarakat. UNAIR. Surabaya.
    5. Jarvis G.J. The management of gynaecological infections in Obstetric and Gynaecology A Critical Approach to the Clinical Problems. 1994. Oxford University Press : Oxford
    6. Mansjoer A, Triyanti K, Savitri, R, Wardhani,W.I, Setiowulan, W. Keputihan In. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke-3. 2001. Media Aesculapius : Jakarta

    KONJUNGTIVITIS

    Sabtu, 22 Januari 2011
    Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, biasanya terdiri dari hyperemia konjungtiva disertai dengan pengeluaran sekret.

    Konjungtivitis dapat disebabkan bakteri, virus, klamidia, alergi toksik, dan molluscum contagiosum.
    Gambaran klinis yang terlihat pada konjungtivitis dapat berupa hiperemi konjungtiva bulbi (injeksi konjungtiva), lakrimasi, eksudat dengan sekret yang lebih nyata di pagi hari, pseuodoptosis akibat kelopak membengkak, kemosis, hipertrofi papil, folikel, membrane, pseudomembran, granulasi, flikten, mata merasa seperti ada benda asing, dan adenopati preaurikular.
    Biasanya sebagai reaksi konjungtivitis akibat virus berupa terbentuknya folikel pada konjungtiva.

    KONJUNGTIVITIS BAKTERI
    Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri, Konjungtivitis jenis ini mudah menular.

    Etiologi
    Konjungtivitis jenis ini dapat disebabkan oleh infeksi gonokok, meningokok, staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, haemophilus influenza, Escherichia coli, Neisseria gonorrhea, Corynebacterium diphtheria.

    Manifestasi Klinis
    Gambaran klinis berupa konjungtivitis mukopurulen dan konjungtivitis purulen. Dengan tanda hiperemi konjungtiva, edema kelopak, papil, dan dengan kornea yang jernih. Kadang disertai keratis dan blefaritis. Biasanya dari satu mata menjalar ke mata yang lain dan dapat menjadi kronik.
    Pada konjungtivitis gonore, terjadi sekret yang purulen padat dengan masa inkubasi 12 jam-5 hari, disertai pendarahan subkonjungtiva dan kemosis. Terdapat tiga bentuk, oftalmia neonatorum (bayi berusia 1-3 hari), konjngtivitis gonore infantum (lebih dari 10 hari), dan konjungtivitis gonore adultorum. Pada orang dewasa terdapat kelopak mata bengkak sukar dibuka dan konjungtiva yang kaku disertai sakit pada perabaan. Pseudomembran pada konjungtiva tarsal superior. Konjungtiva bulbi merah, kemosis, dan menebal. Gambaran hipertrofi papilar besar, juga tanda-tanda infeksi umum. Biasanya berawal dari satu mata kemudian menjalar kemata yang sebelahnya. Tidak jarang ditemukan pembesaran dan rasa nyeri kelenjar preaurikular. Sekret semula serosa kemudian menjadi kuning kental, tapi dibandingkan dengan bayi, maka pada dewasa sekret tidak kental sekali.

    Komplikasi
    Stafilokok dapat menyebabkan blefarokonjungtivitis, gonokok menyebabkan perforasi kornea dan endoftalmitis, dan meningokok dapat menyebabkan septicemia atau meningitis.

    Penatalaksanaan
    Sebelum terdapat hasil pemeriksan mikrobiologi, dapat diberikan antibiotik tunggal, seperti gentamisin, kloramfenikol, polimiksin, dan sebagainya, selama 3-5 hari. Kemudian bila tidak memberikan hasil, dihentikan dan menunggu hasil pemeriksaan.
    Bila tidak ditemukan kuman dalam sedian langsung, diberikan tetes mata antibiotic spectrum luas tiap jam disertai salep mata untuk tidur atau salep mata 4-5 kali sehari.
    Untuk konjungtivitis gonore, pasien dirawat serta diberi penisilin salep dan suntikan. Untuk bayi dosisnya 50000 unit/kg BB selama 7 hari. Sekret dibersihkan dengan kapas yang dibasahin dengan air rebus bersih atau garam fisiologis setiap 15 menit dan diberi salep penisilin. Dapat diberikan penisilin tetes mata dalam bentuk larutan penisilin G 10.000-20.000unit/ml diberikan setiap 1 jam selama 3 hari. Antibiotika sistemik diberikan sesuai dengan pengobatan gonokok. Terapi dihentikan setelah pemeriksaan mikroskopik menunjukan hasil negative selama 3 hari berturut-turut.

    Prognosis
    Konjungtivitis bakteri yang disebabkan oleh organism tertentu, seperti Haemophilus influenza, adalah penyakit swasirna. Bila tidak diobati akan sembuh sendiri dalam waktu 2 minggu. Dengan pengobatan biasanya akan sembuh dalam 1-3 hari.

    Pencegahan
    Untuk mencegah oftalmia neonatorum dapat dilakukan pembersihan mata bayi dengan larutan borisi dan diberikan salep kloramfenikol.

    KONJUNGTIVITIS VIRAL
    Konjungtivitis viral adalah radang konjuntiva yang disebabkan oleh infeksi virus.

    Etiologi
    Biasanya disebabkan oleh adenovirus, Herpes simpleks, Herpes zoster, Klamidia, New castle, Pikorna, Enterovirus, dan sebagainya.

    Manifestasi Klinis
    Terdapat sedikit kotoran pada mata, lakrimasi, sedikit gatal, injeksi, nodul preaurikular bias nyeri atau tidak, serta kadang disertai sakit tenggorokan dan demam. Yang disebabkan Adenovirus biasanya berjalan akut, terutama mengenai anak-anak dan disebarkan melalui droplet atau kolam renang.
    Konjungtivitis harpes simpleks sering terjadi pada anak kecil, memberikan gejala injeksi unilateral, iritasi, sekret mukoid, nyeri, dan fotofobia ringan. Terjadi pada infeksi primer herpes simpleks atau episode rekuren herpes okuler.

    Komplikasi
    Keratitis. Virus hipertik dapat menyebabkan parut pada kelopak, neuralgia, katarak, glaucoma, kelumpuhan saraf III, IV, VI, atrofi saraf optic dan kebutaan.

    Penatalaksanaan
    Pengobatan umumnya hanya bersifat simtomatik dan antibiotic diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Dalam dua minggu akan sembuh dengan sendirinya. Hindari pemakaian steroid topical kecuali bila radang sangat hebat dan kemungkinan infeksi virus Herpes simpleks telah dieliminasi.
    Konjungtivitis viral akut biasanya disebabkan Adenovirus dan dapat sembuh sendiri sehingga pengobatan hanya bersifat suportif, berupa kompres, astringen dan lubrikasi. Pada kasus yang berat diberikan antibiotic untuk mencegah infeksi sekunder serta steroid topical.
    Konjungtivitis herpetic diobati dengan obat antivirus, asiklovir 400mg/hari selama 5 hari, steroid tetes deksametason 0,1% diberikan bila terdapat episkleritis, skleritis, dan iritis, tetapi steroid berbahaya karena dapat mengakibatkan penyebaran sistemik. Dapat diberikan analgesic untuk menghilangkan rasa sakit. Pada permukaan dapat diberikan salep tetrasiklin. Jika terjadi ulkus kornea perlu dilakukan debridement dengan cara mengoles salep pada ulkus dengan swab kapas kering, tetesi obat antivirus, dan ditutup selama 24 jam.

    KONJUNGTIVITIS ALERGI
    Konjungtivitis alergi adalah radang konjungtiva akibat reaksi terhadap non infeksi, dapat berupa reaksi cepat seperti alergi biasa dan reaksi terlambat sesudah beberapa hari kontak seperti pada reaksi terhadap obat, bakteri, dan toksik. Merupakan reaksi antibody humoral terhadap allergen. Biasanya dengan riwayat atopi.

    Etiologi
    Rekasi hiper sensitivitas tipe cepat atau lambat, atau reaksi antibody humoral terhadap allergen. Pada keadaan yang berat merupakan bagian dari syndron Steven Johnson, suatu penyakit eritema multiforme berat akibat reaksi alergi pada orang dengan prediposisi alergi obat-obatan. Pada pemakaian mata palsu atau lensa kontak juga dapat terjadi reaksi alergi.

    Manifestasi Klinis
    Mata merah, sakit, bengkak, panas, berair, gatal, dan silau. Sering berulang dan menahun, bersamaan dengan rinitis alergi. Biasanya terdapat riwayat atopi sendiri atau dalam keluarga. Pada pemeriksaan ditemukan injeksi ringan pada konjungtiva palbebra dan bulbi serta papil besar pada konjungtiva tarsal yang dapat menimbulkan komplikasi pada konjungtiva. Pada keadaan akut dapat terjadi kemosis berat

    Penatalaksanaan
    Biasanya penyakit akn sembuh sendiri. Pengobatan ditujukan untuk menghindarkan penyebab dan menghilangkan gejala. Terapi yang dapat diberikan misalnya vasokonstriktor local pada keadaan akut (epinefrin 1:1.000), astringen, steroid topical dosis rendah dan kompres dingin untuk menghilangkan edemanya. Untuk pencegahan diberikan Natrium kromoglikat 2% topical 4kali sehari untuk mencegah degranulasi sel mast. Pada kasus yang berat dapat diberikan antihistamin dan steroid sistemik. Penggunaan steroid sistemik berkepanjangan hrus dihindari karena bias terjadi infeksi virus, katarak, hingga ulkus kornea oportunistik. Antihistamin sistemik hanya sedikit bemanfaat.
    Pada sindrom Steven Johnson, pengobatan bersifat sistomatik dengan pengobatan umum. Pada mata dilakukan pembersihan sekret, mediatrik, steroid topical dan pencegahan simblefaron.

    KONJUNGTIVITIS SIKA
    Konjungtivitis sika atau konjungtivitis dry eyes adalah suatu keadaan keringnya permukaan konjungtiva akibat berkurangnya sekresi kelenjar lakrimal.

    Etiologi
    Terjadi pada penyakit-penyakit yang menyebabkan defisiensi komponen lemak air mata, kelenjar air mata, musin, akibat penguapan berlebihan atau karena parut kornea atau hilangnya mikrovili kornea. Bila terjadi bersama atritis rheumatoid dan penyakit autoimun lain, disebut sebagai sindrom sjogren.

    Manifestasi Klinis
    Gatal, mata seperti berpasir, silau, dan kadang-kadang penglihatan kabur. Terdapat gejala sekresi mucus yang berlebihan, sukar menggerakkan kelopak mata, mata tampak kering, dan terdapat erosi kornea. Pada pemeriksaan tedapat edema konjungtiva bulbi, hiperemis, menebal dan kusam. Kadang tedapat benang mucus kekuning-kuningan pada forniks konjungtiva bawah. Keluhan berkurang bila mata dipejamkan.

    Komplikasi
    Ulkus kornea, infeksi sekunder oleh bakteri, parut kornea, dan noevaskularisasi kornea.

    Penatalaksanaan
    Diberikan air mata buatan seumur hidup dan diobati penyakit yang mendasarinya. Sebaiknya diberikan air mata buatan tanpa zat pengawet kerena bersifat toksik bagi kornea dan dapat menyebabkan reaksi idiosinkrasi. Dapat dilakukan terapi bedah untuk mengurangi drainase air mata melalui oklusi pungtum dengan plug silicon atau plug kolagen.




    ULKUS KORNEA SENTRALIS

    Anatomi dan Fisiologi
    Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutupi bola mata bagian depan. Pembiasan terkuat terjadi di kornea, dapat mencapai 40 dioptri.

    Kornea (Latin: korneum= seperti tanduk) adalah selaput bening mata pada bagian selaput mata yang ditembus cahaya, merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah depan yang terdiri atas beberapa lapis, yaitu:
    1. Epitel
    - Tebalnya 50 μm, terdiri atas 5 lapis sel epitel tidak bertanduk yaitu satu lapis sel basal, sel poligonal dan sel gepeng.
    - Epitel berasal dari ektoderm permukaan.

    2. Membrana Bowman
    - Terletak di bawah membrana sel basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma.
    - Lapisan ini tidak memiliki daya regenerasi.

    3. Stroma
    - Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan yang lainnya. Pada permukaan terdapat anyaman yang teratur sedangkan di bagian perifer serat kolagen ini bercabang. Terbentuk kembali serat kolagen memakan waktu yang lama kadang- kadang sampai mencapai 15 bulan.

    4. Membrana Descement
    - Merupakan membran aseluler dan merupakan batas belakang stroma. Sedangkan endotel merupakan membran basalnya.
    - Bersifat sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup.
    - Mempunyai tebal 40 μm.

    5. Endotel
    - Berasal dari mesotelium, berlapis satu, berbentuk heksagonal dan tebal 20 – 40 µm.
    - Endotel tidak mempunyai daya regenerasi sehingga jika terjadi trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi terjadi endotel dan udem kornea.(3)





    Gambar 1 : Lapisan Kornea
    Lapisan kornea diatas sangat menentukan mekanisme wound healing berdasarkan tempat terjadinya. Epitel akan mengalami pembelahan dan regenerasi, stroma akan membentuk matrix fibrosis sedangkan endotel akan mengubah formasi selnya menjadi lebih lebar untuk menutupi luka dan kerusakan yang terjadi.
    Secara umum, pembagian kornea dari sentral ke yang paling perifer adalah :
    1. Opticus zone / sentral zone, yaitu zona yang dilalui oleh cahaya sehingga dapat menembus aquos humor dan lensa hingga mencapai retina. Zona ini memiliki diameter ± 4 mm.
    2. Peripheral zone, yaitu zona diluar optical zone hingga ke limbus.(1)




    Gambar 2 : Optical dan Peripheral Zone Kornea
    Kornea dipersarafi oleh saraf sensorik, terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf nasosiliar, saraf ke V saraf siliar longus berjalan suprakoroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membran bowman dan melepaskan selubung schwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi sampai pada kedua lapis terdepan tanpa ada akhir saraf. Bulbus krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah limbus.(1)

    Definisi
    Ulkus (tukak) kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea dari epitel sampai ke stomal yang memili batas dinding dan dasar.

    Ada dua bentuk ulkus kornea yaitu ulkus kornea sentral dan ulkus kornea perifer atau marginal.(1)
    Ulkus sentral biasanya merupakan ulkus infeksi akibat kerusakan pada epitel. Lesi terletak di sentral, jauh dari limbus vaskuler.

    Faktor Risiko
    Ulkus kornea terjadi tidak berdiri sendiri, umumnya beberapa predisposisi untuk terjadinya ulkus kornea yaitu:

    • Erosi pada kornea
    • Keratitis neurotropik
    • Pemakai kortikosteroid atau imnosupresif
    • Pemakai obat lokal anestesi
    • Pemakai IDU
    • Pasien diabetes mellitus dan
    • Usia tua. (3)

    Etiologi
    Etiologi ulkus kornea sentral biasanya ialah:
    1. Bakteri
    • Pseudomonas
    • Pneumococcus
    • Moraxella liquefaciens
    • Streptococcus beta hemolyticus
    • Klebsiella pneumonia
    • Eschericia coli
    • Proteus, dan lain- lain
    2. Virus
    • Herpes simplex
    • Herpes zoster
    3. Jamur
    • Candida albicans
    • Fusarium solani
    • Nocardia
    • Cephalosporium
    • Aspergillus (2,3)
    4. Protozoa
    • Acanthamoeba

    Patogenesis Ulkus Kornea
    Kornea terletak pada bagian yang paling luar sehingga dapat dengan mudah terpapar dengan mikroorganisme dan faktor lingkungan lainnya. Sebenarnya lapisan epitel kornea merupakan barier utama terhadap paparan mikroorganisme namun jika epitel ini rusak maka stroma yang avaskuler dan membrana Bowman akan mudah mengalami infeksi oleh berbagai macam organisme seperti bakteri, amuba dan jamur. Apabila infeksi ini dibiarkan atau tidak mendapat pengobatan yang tidak adekuat maka akan terjadi kematian jaringan kornea atau ulkus kornea. Secara umum, perjalanan penyakit ini dapat disederhanakan melalui bagan di bawah ini.











    Bagan : Patogenesis Ulkus Kornea
    Agen infeksi yang menginfeksi kornea dapat membentuk metode penyerangan secara spesifik dari pertahanan sel-sel imun di dalam tubuh manusia termasuk juga kornea. Infeksi pseudomonas merupakan infeksi yang paling sering terjadi dan paling berat daripada infeksi kuman patogen gram negatif pada kornea. Kuman ini mengeluarkan endotoksin dan sejumlah enzim ekstraseluler. Diduga bahwa virulensi pseudomonas pada kornea berhubungan erat dengan produksi intracellular activated protease yang mampu membuat kerusakan berat pada stroma kornea. Dahulu zat ini diduga kolagenase, akan tetapi sekarang disebut sebagai enzim proteolycanolytic.
    Ulkus kornea sentral akibat Diplobasil petit atau Moraxella liquifaciens merupakan ulkus indolen dan mengenai kornea sentral bawah disertai hipopion. (2)
    Ulkus kornea akibat Virus Herpes Simpleks (VHS) biasanya dapat sembuh sendiri pada pasien yang imunokompeten. Namun pada hospes yang secara imunologik kurang atau tidak kompeten, termasuk pasien yang mendapat pengobatan dengan kortikosteroid, perjalanannya mungkin menahun dan dapat menyebabkan kerusakan. Penyakit stroma dan endotel tadinya diduga hanyalah respon imunologik terhadap partikel virus atau perubahan seluler akibat virus, namun sekarang sudah banyak dibuktikan bahwa infeksi virus aktif banyak ditemukan di dalam stroma dan mungkin juga sel-sel endotel, selain jaringan lain dalam segmen anterior seperti iris dan endotel traberkel.(5)
    Pada saat ini insiden infeksi jamur naik akibat bertambahnya pemakain antibiotika dan steroid. Jamur yang sering mengenai mata adalah candida, fusarium, dan aspergillus. Infeksi jamur biasanya didahului trauma ringan sehingga terdapat kerusakan epitel kornea. Penyakit ini sering ditemukan pada petani. Bila hifa terdapat pada kornea maka perjalanannya sesuai dengan jalannya lamel kornea. Pada kornea akan terjadi nekrosis koagulasi berat disertai dengan terdapatnya edem jaringan kolagen kornea dan keratosit. Akan terbentuk multipel mikroabses di sekitar lesi utama. Hifa mempunyai kemampuan menembus membran Descement dan masuk ke dalam bilik mata depan.(3)
    Di sisi lain, achantamoeba menginfeksi kornea melalui contact lens yang banyak digunakan oleh anak- anak, remaja, bahkan orang dewasa pada saat ini yang memakai larutan garam buatan sendiri atau cairan tidak steril saat merendam contact lens karena protozoa ini hidup di perairan yang kotor.(5)

    Manifestasi Klinik
    Secara umum, gejala klinik yang mungkin muncul akibat ulkus kornea adalah :
    1. Nyeri yang hebat pada mata
    2. Potofobia
    3. Hiperlakrimasi
    4. Sekret yang berbentuk pus
    5. Titik putih pada kornea, tergantung dari beratnya ulkus tersebut.
    6. Mata merah
    7. Edema palpebra
    8. Penglihatan yang kabur
    9. Rasa seperti benda asing di mata

    Lesi dari ulkus yang disebabkan Pseudomonas mulai di daerah sentral kornea. Ulkus sentral ini dapat menyebar ke samping dan ke arah dalam kornea. Penyerbukan ke dalam dapat mengakibatkan perforasi kornea dalam waktu 48 jam. Gambaran khusus Pseudomonas berupa ulkus yang berwarna abu-abu dengan kotoran yang dikeluarkan berwarna kehijauan. Kadang-kadang bentuk ulkus ini seperti cincin. Dalam bilik mata depan dapat terlihat hipopion yang banyak.
    Ulkus Kornea akibat Pneumokokus terlihat sebagai bentuk ulkus kornea sentral yang dalam dengan tepi ulkus terlihat menyebar kearah satu jurusan sehingga memberikan gambaran karekteristik ulkus sehingga disebut ulkus serpent. Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan berwarna kekuning-kuningan, penyebaran ulkus sangat cepat dan sering terlihat ulkus yang bergaung dan di daerah ini terdapat banyak kuman. Kelanjutan progresifitas ulkus ini berupa pendalaman ulkus sehingga terjadi perforasi kornea dan selalu ditemukan hipopion yang tidak selamanya sebanding dengan beratnya ulkus yang terlihat.







    Gambar 3 : Hipopion pada ulkus Pneumokokus

    Ulkus kornea sentral akibat Diplobasil petit atau Moraxella liquifaciens didapatkan gambaran klinik sebagai berikut:
    • Ditemukan pada orang dengan keadaan umum lemah atau peminum alkohol kronis dan pada penderita diabetes mellitus.
    • Ulkus bersifat indolen dan unilateral. Bentuk ulkus biasanya kecil, dalam dan sering terletak terutama di daerah sentral bawah.
    • Pada pewarnaan gram ditemukan diplobasil bentuk kotak bercampur dengan batang gram negatif pleomorfik yang merupakan bentuk patognomonik pada infeksi Moxarella liquifaciens.(2)

    Untuk Virus Herpes Simpleks, ditemukan manifestasi yang khas yaitu berupa :
    • Anestesi atau hipoestesi kornea.
    • Lesi.
    Lesi paling khas adalah lesi dendritik. Lesi dendritik adalah lesi yang bercabang dan terbentuk pada epitel kornea. Lesi diskiformis adalah bentuk penyakit stroma paling umum pada infeksi HSV. Stroma di daerah pusat yang udem berbentuk seperti cakram, tanpa infiltrasi berarti dan umumnya tanpa vaskularisasi.(3)














    Gambar 4 : Lesi dendritik pada HSV

    Manifestasi klinik ulkus Herpes Zoster adalah :
    • Pada mata ditemukan vesikel kulit dan udem palpebra, konjungtiva hiperemis dan kornea keruh akibat terdapatnya infiltrat subepitel dan stromal
    • Infiltrat dapat berbentuk pseudodendrit yang bentuknya sedikit menyerupai lesi dendritik Herpes simplex.
    • Kornea hipoestesi.
    • Pada pemeriksaan hapus ditemukan sel raksasa dan serum antibodi meninggi.
    Ulkus karena infeksi jamur memberikan gambaran klinik berupa :
    • Pada permukaan lesi tampak bercak putih dengan warna agak keabu-abuan kering. Tepi lesi berbatas ireguler yang teratur dan terlihat penyebaran seperti bulu pada bagian epitel yang baik.
    • Terlihat daerah tempat asal penyebaran di bagian sentral sehingga terdapat satelit-satelit di sekitarnya.
    • Tukak kadang-kadang dalam, seperti tukak yang disebabkan bakteri.
    • Pada infeksi Kandida bentuk tukak lonjong dengan permukaan naik. Dapat terjadi neovaskularisasi akibat rangsangan radang
    • Terdapat injeksi siliar disertai hipopion.(2)

    Sedangkan untuk infeksi protozoa dalam hal ini adalah Acanthamoeba, memberikan gambaran berupa :
    • Ulkus yang indolen
    • Terdapat cincin stroma yang merupakan ciri khas ulkus ini.
    • Infiltrate perineural

    Diagnosis
    Diagnosis dari ulkus kornea ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan oftalmologi dan pemeriksaan laboratorium.
    1. Anamnesis
    Dari anamnesis didapatkan adanya riwayat trauma, benda asing, dan abrasi pada kornea, riwayat pernah terkena keratitis yang berulang, pemakaian lensa kontak, serta kortikosteroid yang merupakan predisposisi infeksi virus dan jamur dan juga gejala klinis yang ada.

    2. Pemeriksaan oftalmologi
    Untuk memeriksa ulkus kornea diperlukan slit lamp atau kaca pembesar dan pencahayaan yang terang. Harus diperhatikan pantulan cahaya saat menggerakkan cahaya di atas kornea, daerah yang kasar menandakan defek pada epitel.
    Cara lain untuk melihat ulkus adalah tes fluoresein. Pada tes fluoresein defek epitel ditandai dengan adanya daerah yang berwarna hijau.

    3. Pemeriksaan laboratorium
    Pemeriksaan laboratorium berguna untuk diagnosis kausa dan juga penting untuk pemilihan terapi yang tepat dengan hasil kultur kerokan. Pemeriksaan yang dapat dilakukan diantaranya pemeriksaan gram, Giemsa dan KOH.(3)

    Penatalaksanaan
    Secara umum manajemen pengobatan ulkus kornea adalah sebagai berikut:
    a. Antibiotika Agent
    Pseudomonas bereaksi baik pada polimiksin B, diberikan dalam bentuk tetes mata atau salep dan subkonjungtiva 10 – 40 mg setiap 2 – 3 hari. Dan diberi gentamisin dan karbenisilin local, subkonjungtiva atau IV. Infeksi yang disebabkan karena Stafilokokus dan Moxarella dapat ditatalaksana dengan pemberian penisilin, tetrasiklin, kloramfenikol, eritromisin, dan sefalosporin serta juga dapat diberikan basitrasin atau sulfonamide.(2)
    b. Anti virus agent yang biasa diberikan adalah idoxuridine, trifluridine, vidarabine dan acyclovir.(3)
    c. Pemberian obat antijamur spektrum luas (nistatin, griseofulfin, dan amfoterisisn) dan antijamur bentuk salep dapat dipertimbangkan. Anti jamur salep yang dikenal adalah thimerosal untuk nokardia dipakai sulfasetamid 30%, actinimyses dipakai penisilin G topical, jamur tak dikenal dipakai amfoterisin topical atau thimerosol salep mata.
    d. Debridement sangat membantu penyembuhan
    e. Streroid local untuk mengurangi gejala
    f. Siklopegik
    g. Chlorprothixene (taractan) 50 mg 4 kali sehari untuk mengurangi rasa sakit.
    h. Pada anak dapat diberi imunogloblin.(2)

    Pada ulkus kornea dilakukan pembedahan atau keratoplasti apabila:
    - Dengan pengobatan tidak sembuh
    - Terjadinya jaringan parut yang mengganggu penglihatan.

    Sebaiknya keratoplasti dilakukan beberapa bulan setelah penyakit nonaktif karena pascabedah ulkus dapat timbul baik karena trauma bedah maupun karena pemakaian kortikosteroid yang digunakan untuk menekan efek penolakan terhadap graft yang diberikan.(5)

    Komplikasi
    Pengobatan ulkus yang tidak adequat dan terlambat dapat menimbulkan komplikasi, yaitu :
    1. Terbentuknya jaringan parut kornea
    2. Perforasi kornea
    3. Iritis dan iridosiklitis
    4. Descematokel
    5. Glaukoma sekunder
    6. Endoftalmitis atau panoftalmitis
    7. Katarak

    Prognosis
    Dengan penanganan sedini mungkin, infeksi pada kornea dapat sembuh, mungkin tanpa harus terjadi ulkus. Bila ulkus terjadi harus dilakukan penanganan setepat mungkin, karena jika tidak diterapi dapat merusak kornea secara permanen. Dan juga dapat mengakibatkan perforasi dari kornea sehingga menimbulkan penyebaran infeksi dan meningkatkan resiko kehilangan penglihatan secara permanen. Semakin telat pengobatan ulkus kornea, akan menimbulkan kerusakan yang banyak dan timbul jaringan parut yang luas.

    ADA BULAN SABIT MERAH DI ARRISALAH

    Minggu, 16 Januari 2011
    Ahad, 16 Januari 2011
    Hari ini untuk pertama kalinya tim BSMR yang dikomandoi langsung oleh Sekretaris Umum BSMI dr.Mukri P. Nasution beserta rekan- rekan lainnya: dr.Rhandika Rafly, Apriandeny Haithami, S.Ked, Matyn Pernama, Eko Rizki, Sri Mardiati, S.Ked, Suci Uthari dan Elsa Safitri M melaksanakan ke-BSMR-annya di Perguruan Ar Risalah Padang yang bertempat di Lubuk Minturun, dan alhamdulillah ini untuk pertama kalinya di Kota Padang dan untuk yang keduanya di Sumatera Barat setelah terbentuknya BSMR di SDIT Payakumbuh. Di kesempatan satu semester ke depan alhamdulillah tim BSMR mendapat kepercayaan memegang kelas Putri terkhususnya yang kelas II MA (Madrasah Aliyah). Pemilihan mereka berdasarkan kemauan sendiri untuk memilih program ekskul yang ada, seperti contohnya keolahragaan, seni, agama ataupun BSMR ini sendiri. Alhamdulillah ada 23 siswi yang menyatakan minatnya di sini dan bergabung di BSMR Ar Risalah. Acara di mulai pukul 8.00 sampai lebih kurang 1,5 jam berlangsung. Meski santai, tapi para siswa tetap serius memperhatikan setiap video ataupun materi yang disampaikan. Diawali dengan pembacaan Al Quran, pemutaran video dan penyampaian materi tentang BSMR. Acara ditutup dengan pemasangan secara simbolis Scraft BSMR kepada siswi dan pemilihan struktur organisasi BSMR, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Bidang Dimas, Humas dan Sarana. Respon siswi yang luar biasa menyambut kehadiran BSMR menambah semangat baru bagi para relawan untuk melanjutkan perjuangan selama 1 semester di sini, setiap Ahad selama 1 jam mulai pukul 8.00- 9.00, insyaAllah. Semoga bisa menjadi pionir untuk terbentuknya BSMR- BSMR di sekolah lain, kita rindu menunggu lambang itu menatap megah angkasa. Care for life untuk anda kami ada, care for life untuk anda kami pasti siaga,, selamat bergabung Ibnu Sina- Ibnu Sina baru,, Allahuakbar!

    Jagalah Allah di hatimu, maka Allah akan menjagamu selalu. Selamanya…

    Minggu, 09 Januari 2011
    Cinta adalah sebuah fitrah yang tiada terkira gejolaknya. Karena cinta kita bisa melakukan segalanya. Untuk cinta kita rela berkorban bahkan mengorbankan cinta itu sendiri demi tujuan yang lebih mulia. Artikel ini mengisahkan sepasang aktivis dakwah kampus yang saling mencinta namun mengikhlaskan cintanya pada orang yang dicintainya untuk Allah.

    Seorang akhwat berproses dalam kemajuan dakwah yang pesat. Perlahan-lahan dirinya yang sederhana menjadi bunga yang merekah di ladang dakwah. Dia mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk berjuang di jalan-Nya. Seakan-akan dia selalu melihat surga di ujung sana, menantinya dengan sepenuh senyuman cinta. Ia bergerak dengan suka cita sambil terus belajar mengeja ayat-ayat-Nya.

    Perlahan-lahan dia mulai memasuki arena dakwah kampus yang sarat dengan ta’awun antara ikhwan-akhwat. Dia harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang dramatis ini. Yang awalnya ia hanya bekerja sendirian kini ada partner dakwah ikhwan yang menemani. Bersama dengan aktivis yang lain mereka bergerak melakukan perubahan-perubahan kecil demi terciptanya kampus yang rindu Ilahi. Pepatah petitih jawa mengatakn, “Trisno jalaran seko kulino.” Maka singkatnya dalam hati kedua aktivis ini timbullah cinta, cinta kepada selain jenis yang merupakan fitrah tak terhingga.

    Mereka saling mengetahui satu sama lain karena lingkungan tanpa sengaja menceritakan. Mereka mengenal satu sama lain karena Allah tanpa sadar menyatukan. Keduanya berada dalam lingkaran virus yang menelan banyak korban dari kalangan aktivis dakwah. That’s VMJ or Virus merah Jambu.

    Ikhwan juga telah berubah dari yang dulunya bisa menjaga pandangan kini mulai menatap penuh perhatian dari kejauhan. Yang awalnya tegas kini jadi lebih lembut dan penuh canda. Beruntung Allah masih menjaga separuh hati mereka sehingga mereka masih menjaga jarak satu dengan yang lainnya walau ekspresi dan segala isyarat menandakan pertautan tak tampak diantara keduanya. Ya… keduanya telah menaruh harap pada yang lainnya…

    Akhwat bagaikan tersadar dari mimpi panjang… Ia sadar cinta ini terlarang. Cinta ini menimbulkan bersitan-bersitan aneh kala melakukan kerja-kerja dakwah hingga akhirnya merobohkan pondasi dakwah itu sendiri. Ia sadar kini harapannya telah tertumpu pada satu dosa yang terselubung, dosa niat berbuat bukan lagi karena ridunya pada surga. Kini ia melakukannya demi cinta pada selain-Nya. Ia ingin melepaskan, tapi entah kenapa sulit sekali melakukan… Selalu ada celah kecil yang membuat mereka tanpa sengaja bertemu dan bekerjasama lagi. Walau pintu-pintu hati telah dikunci rapat untuknya, tetapi selalu ada kunci lainnya yang membuka gerbang cinta itu lagi. Kunci itu adalah harapannya pada sang ikhwan untuk menjadi pendamping hidupnya kelak. Entah kenapa muncul harapan itu. Padahal selama ini mereka tiada pernah berkomunikasi melainkan ketika ada agenda dakwah. Padahal mereka menjaga jarak dalam keseharian, tiada pernah melakukan tindakan maksiat fisik. Tapi akhirnya akhwat tersadar… mereka telah melakukan maksiat hati yang lebih parah akibatnya daripada maksiat fisik. Dan maksiat hati yang ia lakukan adalah menaruh harapan pada ikhwan itu sehingga seluruh pondasi amal bukan lagi karena Allah. Ya Ilahi rabbi… ampunilah hamba… rintihnya dalam keremangan malam…

    Setiap malam akhwat berdoa agar dirinya terjauh dari itu semua. Isak tangis menemani malam-malamnya kala meminta. Ia merintih dalam bisu… Ia mengakui pada Yang Maha Mengetahui segala isi hati, bahwa ia memang sulit melepaskan ikhwan yang telah bersemayam di hatinya, tapi ia juga ingin membuangnya jauh-jauh dari segala harapnya. Ia menangis karena ia terlalu lemah untuk meminta sesuatu yang bertentangan dengan hatinya. Ia meminta dijauhkan dari ikhwan itu padahal ia tahu persis ia telah terlajur mencintai ikhwan itu dari relung hatinya. Ikhwan yang bertalenta itu telah menjadi bagian hatinya… Tapi ia tidak bisa meninggalkan ikhwan itu menetap di hatinya… Ia harus melepaskan ikhwan itu dari hatinya, demi cintanya pada Sang Khalik. Ia akan mengikhlaskan ikhwan itu kepada Allah… Jika mereka harus berpisah maka ia rela berpisah demi Allah, walau hati perih terasa meniggalkan jejak-jejak yang telah ternoda.

    Tetapi ternyata sangatlah sulit melepaskan harapan yang telah ada, walau bukan karena-Nya. Berulangkali akhwat terjatuh dan tertatih dalam isak dan tangis. Meminta agar dijauhkan dari sesuatu yang ingin dimilikinya. Tapi karena ia takut pada Allah dan terlalu cinta pada-Nya, maka ia tak pernah berhenti meminta. Bahkan ia meminta… gantikan saja hatinya yang telah ternoda dengan hati yang lain, hati yang suci seputih kabut, hati milik para bidadari surga. Tapi apakah mungkin hadiah itu diberikan Allah pada-Nya? Sedang ia hanyalah seorang manusia yang bergelimang dosa tak tampak. Bersitan itu telah menimbulkan hatinya hitam sepekat arang. Masihkah ada pintu surga yang bisa kulalui, wahai Rabb??? Batin sang akhwat dalam hatinya…

    Perlahan malam menggantikan siang dan mentari berganti rembulan. Telah berjuta kali hatinya meminta, lalu ia terjatuh dan merangkak dalam kegelapan. Harapannya timbul tenggelam karena sang ikhwan terus menatapnya dari balik hijab dan menunggunya mengucapkan kata yang sama. Tapi sang akhwat tiada merasa perlu mengatakannya karena cinta yang dia berikan kepada ikhwan itu telah ternoda oleh nafsu. Akhwat hanya berharap ada secercah cahaya yang memberinya kekuatan untuk bangkit. Bangkit dari harapan tak bertepi yang melahirkan fenomena kehidupan. Akhirnya Allah mengabulkan pintanya dalam cahaya remang misyqat bening di tembok surga…

    Kini akhwat tahu bahwa dirinya tak lagi menjadi harapan bagi sang ikhwan… Alam menceritakan bahwa sang ikhwan telah ghadul bashar bahkan dari jarak ribuan kilometer. Bahwa sang ikhwan telah tegas seperti sedia kala ketika harus berhadapan dalam agenda dakwah. Bahwa sang ikhwan semakin khusyuk dalam munajat dan ikhtiyarnya mendekati Allah. Bahwa sang ikhwan telah menjadikan Allah sebagai tumpuannya dalam setiap sujud dan takbir. Bahwa sang ikhwan semakin karib dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan tadabburnya. Subhanallah…

    Perlahan airmata akhwat menitik mendengar alam mengisahkan. Akhwat tahu ia sedih sekali mengetahui kini dirinya tiada lagi yang mencinta, tapi ia juga bahagia dirinya yang dhoif dan fana ini tak mengotori hati ikhwan yang khusyuk bermunajat pada Sang Ilahi Rabbi. Kini ia tahu bahwa mereka saling mengikhlaskan satu sama lainnya karena cinta mereka pada Allah. Mereka ada untuk Allah dan akan selamanya seperti itu. Kini hijab hijau yang terhampar diantara keduanya panjang terbentang dan tidak akan terbuka selama-lamanya kecuali takdir Allah mengatakan berbeda.

    Akhwat itu tersenyum pada Allah dalam tangis malamnya. Akhwat itu menangis haru pada Allah dalam relung hatinya. Andai mereka tahu rasanya mengikhlaskan kekasih yang dicinta demi Allah, maka tiada lagi Virus Merah Jambu mengantarkan para aktivis dakwah lain ke panasnya bara neraka. Thanks a lot Allah… Engkau selamatkan hamba dari panasnya bara neraka. Semoga hamba layak menjadi bidadari surga-Mu… kata akhwat itu dalam hati. Akhwat itu lalu memberikan senyuman manis pada dunia dan ia terlelap di sajadah tuanya untuk selama-lamanya…

    Untuk setiap aktivis dakwah…
    Jagalah Allah di hatimu, maka Allah akan menjagamu selalu. Selamanya…

    Aamiin ya Rabbal'alamiin. ^^

    Untuk Para Akhwat…. mari kita Aminkan doa ini…….
    Untuk Para Ikhwan…. dengarlah doa para akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping….

    “Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). “

    Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: “Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.” (HR Ahmad) ”

    A Prayer

    Tuhanku…
    Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
    Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
    Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
    Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

    Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
    Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
    dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
    Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

    Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
    Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
    Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

    Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
    Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
    Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

    Tuhanku…
    Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
    sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
    Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
    Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
    Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
    Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

    Tuhanku…
    Aku juga meminta,
    Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
    Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

    Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
    Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
    Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
    Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
    mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

    Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
    “Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

    Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
    Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

    Amin….

    by alfiyandi in Artikel-artikel

    ♥●•٠·˙ Maafkan Aku Yang Meninggalkanmu Karna-Nya ˙·٠•●♥ by •٠·˙ Di Atas Sajadah Cinta ˙·٠•

    Dengan nama Allah... sebaik-baik Pemberi Ganjaran.

    Namamukah yang tertulis di Lauhul mahfuz sana?

    Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?

    Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?





    Adakah kau yang tercipta untukku?

    Jawab pertanyaanku ini.

    Jawab!

    Kau takkan pernah dapat memberi jawaban,

    Kerna jawabannya bukan di tanganmu,

    Tetapi di tangan-Nya.

    Di tangan Tuhan kita; Allah,

    Tuhanku dan Tuhanmu.

    Gelisahku memikirkan dirimu,

    Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,





    Maafkan aku,

    Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.

    Jemput diriku pabila waktunya tiba,

    Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia,

    Akan kucipta cinta bersama Dia,

    Sebelum kucipta cinta antara kita.

    Jadilah dirimu kumbang yang hebat,

    Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar,

    Untuk itu, Aku tinggalkan dirimu pada-Nya

    Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu,

    Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya,

    Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

    Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,

    Jika benar aku tercipta untukmu,

    Tiada apa yang dapat menghalangnya,

    Sebelum saat itu tiba,

    Berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan,

    Mohonlah padanya dengan penuh mengharap.

    Yakinlah pada janji Allah!

    Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Surah An Nur: 26]

    Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu,

    Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata,

    Yakinlah!

    Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti.

    Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu,

    Daripada yang sekarang (permulaan),

    Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu ,

    Lalu (hati) kamu menjadi puas.

    [Surah Ad dhuha: 4 & 5]

    Beruntunglah kamu!

    Tatkala Allah memilihmu untuk menyadari hakikat perhubungan antara lelaki dan wanita

    Allah memilihmu!

    Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini.

    Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya

    Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu

    Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

    [Surah As Syams: 8-10]

    Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:

    "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,

    Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:

    "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;

    dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu

    [Surah Fussilat: 30]

    Dan ketika kamu merasa lemah,

    Mohonlah kekuatan dari-Nya,

    Allah itu dekat,

    Yakin pasti.

    Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,

    Maka mohonlah perlindungan kepada Allah,

    Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Fussilat: 36]



    Kamu dan aku adalah intan terpilih,

    Berdoalah aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,

    Berdoalah tiada sang kumbang durjana merusakkannya sebelum yang halal tiba,

    Aku juga sentiasa mendoakanmu agar dalam peliharanya,

    Sentiasa.