• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

    Beberapa Aibmu

    Senin, 18 Juli 2011
    Written by Fathi Majdi As-Sayyid
    Sunday, 27 July 2003

    1. Anda khawatir terhadap mudharat dari orang yang tidak memilikinya serta berharap sesuatu manfaat dari orang yang tidak punya kemampuan untuk itu.

    2. Anda tidak iltizam dengan kebenaran dan ketaatan, bahkan Anda terbiasa dengan kebatilan dan kemaksiatan.

    3. Juga sikap lalai, menunda-nunda pekerjaan dan selalu berangan-angan dan menjauhkan akal.

    4. Anda selalu sibuk melihat aib orang lain dan lupa aib diri sendiri.

    5. Anda sibuk memperbaiki yang hal-hal yang zhahir agar orang lain senang, namun melupakan yang tersembunyi yang dengannya Allah murka kepadamu.

    6. Anda sudah tidak merasakan lezatnya ketaatan, bahkan bergembira dengan kemaksiatan.

    7. Anda bangga dengan kemegahan dunia sehingga meremehkan wanita muslimah lainnya.

    8. Juga membuang-buang waktu dengan banyak bicara karena ketidak-sadaranmu bahwa tidak ada satupun kalimat yang keluar dari mulutmu kecuali Allah pasti mencatatnya.

    9. Sedikitnya keyakinanmu bahwa dunia bukanlah kediaman abadi dan akhirat tempat yang kekal.

    10. Anda merasa baik jika mengerjakan sesuatu perbuatan, namun jika orang lain yang melakukannya anda anggap jelek.

    11. Banyak berbuat dosa & aib, sedikit istighfar dan sedikit bertaubat.

    12. Anda memandang remeh pendapat orang lain dan bangga dengan pendapat sendiri.

    13. Bergelimang dengan dosa dan kesalahan, dan hanya berharap rahmat Allah dan ampunan-Nya.

    14. Anda selalu melihat bahwa hanya diri Anda baik sedang lainnya jelek.

    15. Kurang bersandar kepada Allah jika tertimpa musibah.

    16. Cepat merasa lesu ketika memulai ketaatan.

    17. Karena sedikitnya ilmu, anda tidak sadar bahwa taufik yang Anda peroleh itu semata-mata dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

    18. Senang tampil walaupun merasa ikhlash.

    19. Mencari kesenangan orang lain meskipun harus dengan jalan berbuat maksiat kepada Allah.

    20. Angkuh, bermegah-megahan dengan kehidupan dunia, melupakan akhirat dan sedikit melakukan kebaikan untuknya.

    21. Anda melakukan permusuhan dengan landasan hawa nafsu, bukan karena Allah.

    22. Tidak mengamalkan ilmu yang Anda miliki, dan merasa bangga dengan ilmu tersebut.

    23. Anda senang mengetahui rahasia orang lain kemudian menyebarkan rahasia tersebut.

    24. Tertipu dengan pujian dusta dan benci dengan celaan yang benar.

    25. Anda mengetahui kekurangan dan kebodohan diri sendiri, tetapi tidak segera memperbaikinya.

    Astaghfirullahal'adziimm..

    SEBUAH RENUNGAN : NGAPAIN JUGA KITA MIKIRIN PALESTINA??

    untuk semuanya




    Apakah kamu peduli???






    ya..



    tidak...



    Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah milist dan karena sangat menarik maka saya pikir akan sangat sayang sekali jika belum banyak orang yang sempat membacanya. (Mas Shofwan ane izin memperbanyaknya ye hehehe...)

    ade rio


    Oleh:

    Shofwan Al-Banna Choiruzzad
    Penulis buku "Palestine, emang gue pikirin"
    Mahasiswa Berprestasi Nasional Terbaik 1, 2006
    Mahasiswa Pascasarjana Ritsumeikan University, Kyoto-Jepang
    www.alwaysthink.multiply.com


    Surabaya, 1945
    langit gelap. Bukan oleh awan yang hendak menurunkan hujan. Angkasa
    dipenuhi pesawat sekutu yang bergemuruh. Di dalamnya, para serdadu
    masih menyisakan keangkuhan. Mereka baru saja menghancurkan pasukan
    Jepang di Front Pasifik. Dari langit, mereka menebar ancaman:
    "menyerah, atau hancur".

    Beberapa pekan sebelumnya, pengibaran bendera Belanda memicu amarah
    para perindu kemerdekaan. Seorang pejuang mencabik warna biru dari
    bendera Belanda di Tunjungan, menggemakan pesan bahwa negeri ini tak
    rela kembali dijajah. Tentara sekutu menjawab dengan salakan
    senapan, bersembunyi di balik alasan "memulihkan perdamaian dan ketertiban".
    Jiwa-jiwa merdeka itu berontak. Brigadier Jenderal Mallaby, pimpinan
    tentara Inggris di Surabaya, terbunuh. Sekutu murka.
    Rakyat gelisah. Surabaya telah lama dikenal sebagai salah satu pusat
    perlawanan. Laskar-laskar dari berbagai pesantren dan daerah banyak
    yang menjadikan kota ini sebagai markas. Di kota ini pulalah,
    Cokroaminoto dan Soekarno muda mendiskusikan cita-cita kemerdekaan.


    Suara dari lelaki kurus itu menghapus semua keraguan.
    "Saudara-saudara rakyat Surabaya.
    Bersiaplah! Keadaan genting.
    Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
    Jangan mulai menembak.
    Baru kalau kita ditembak.
    Maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
    Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka.
    Dan untuk kita saudara-saudara.
    Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
    Semboyan kita tetap.
    Merdeka atau mati.
    Dan kita yakin, Saudara-saudara.
    Akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.
    Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
    Percayalah Saudara-saudara!
    Tuhan akan melindungi kita sekalian.
    Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
    Merdeka!"

    Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya itu akan terus dikenang sebagai
    tonggak kemerdekaan Indonesia. Semua yang mengaku mencintai negeri ini
    tidak layak untuk menjadikan peristiwa itu berdebu di pojokan sejarah.

    ***


    Gaza, peralihan tahun 2008-2009
    Kota padat berpenduduk sekitar 1,5 juta orang –mayoritas pengungsi
    akibat pengusiran biadab Israel sejak tahun 1948, 1967, dan ekspansi
    ilegal pemukiman yahudi yang tak pernah menghormati perjanjian yang
    dibuatnya sendiri- itu mencekam. Sejak 27 Desember 2008,
    pesawat-pesawat Israel yang dilengkapi dengan bom-bom terbaru kiriman
    Washington membombardir kota ini. Ehud Barak, Menteri Pertahanan
    Israel, menyatakan bahwa operasi berjudul "Cast Lead" ini akan memakan
    waktu lama. Hingga hari ini, 510 orang telah meninggal dunia dan
    ribuan luka-luka. Tidak ada jurnalis diizinkan masuk. Bantuan medis
    pun kesulitan.
    Demonstrasi bergolak dari Jakarta sampai Eropa. Dari Jordania hingga
    Amerika. Posko bantuan dibuka di mana-mana, meskipun masih sangat
    kurang dibandingkan kebutuhan penduduk Gaza.

    ***

    Hati saya sakit saat ada yang berkata: "Ngapain kita ngurusin
    Palestina, wong negeri kita saja masih amburadul".

    Semoga kita tidak melupakan sejarah bahwa Al-Hajj Amin Al Husaini,
    Mufti Palestina, adalah orang pertama yang menyiarkan kemerdekaan
    Indonesia di radio internasional.

    Alasan yang sepintas terlihat nasionalis ini adalah pengkhianatan
    kejam pada nasionalisme Indonesia itu sendiri. Preambule Undang-undang
    Dasar 1945 mendeklarasikan dengan jelas perlawanan pada segala bentuk
    penjajahan. Soekarno dan Hatta berkali-kali menandaskan bahwa
    nasionalisme Indonesia tumbuh di taman kemanusiaan. "Jangan pikirkan
    hal lain kecuali Indonesia" adalah logika yang menghina keindonesiaan.

    Hati saya lebih sakit lagi saat ada yang mengatakan "Itu kan salah
    HAMAS sendiri yang tidak mau damai dan menembakkan roket! Media di
    Indonesia terlalu berpihak pada Palestina, nih…gak berimbang!"
    Lalu, yang berimbang itu seperti apa? Seperti media massa Barat yang
    lebih menyalahkan HAMAS, menyiarkan propaganda Israel bahwa serangan
    ini adalah respon dari tindakan HAMAS menyerang Israel, menyalahkan
    sikap HAMAS yang memutus gencatan senjata? Sepertinya kita harus

    menelaah peringatan Finkelstein, seorang ilmuwan Yahudi, dalam bukunya
    Beyond Chutzpah: On the Misuse of Anti-Semitism and Abuse of History
    dan Image and Reality of Israel-Palestinian Conflict. Sejarah telah
    dibajak untuk tidak pernah mengkritisi Israel dan media massa pun
    tidak bebas dari pembajakan ini. Untuk melihat bias media barat dalam
    isu Palestina, silakan buka www.ifamericansknew .org .

    Bahkan, menurut saya, media di Indonesia masih terlalu berpihak pada
    Israel. Tidak ada yang menyebutkan fakta bahwa pemutusan gencatan
    bersenjata oleh HAMAS itu didahului oleh surat protes gerakan
    perlawanan itu atas terbunuhnya 4 orang petani di Gaza oleh tentara
    Israel. Tidak ada yang mengingatkan bahwa Israel terus melanggar
    perjanjian damai yang disepakatinya sendiri dengan membiarkan
    pemukiman ilegal terus tumbuh. Kita juga tak boleh lupa dengan tembok
    pemisah apartheid Israel yang memutus akses rakyat Palestina pada
    kebutuhan vital kehidupan. Belum lagi blokade Gaza yang lebih kejam
    dari Blokade Berlin pada masa Perang Dingin.

    "Itu kan salah HAMAS sendiri yang tidak mau damai…"

    Sampaikan pernyataan itu pada Bung Tomo dan para pendiri negeri ini.
    Alhamdulillah, para pendiri negeri ini menolak iming-iming perdamaian
    palsu di bawah ketiak Ratu Belanda. Soekarno bahkan menantang: "Ini
    dadaku, mana dadamu!"

    Kalau kita menggunakan logika yang sama, berarti kita mendukung Agresi
    Militer Belanda pada tahun 1948. "Itu kan salah para pejuang
    kemerdekaan Indonesia yang tidak mau damai!"

    Tidak banyak yang mengingatkan bahwa Israel berdiri dengan berkubang
    darah pembersihan etnis yang menghalalkan pembantaian dan pengusiran
    terhadap penduduk asli Palestina (Ilan Pappe: The Ethnic Cleansing of
    Palestine ). Komunitas Yahudi yang hidup dalam perdamaian di bawah
    Khilafah Utsmaniyah tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan
    saudara-saudara mereka yang mengungsi dari kebiadaban Eropa dan
    membawa ide rasis radikal untuk mendirikan Israel (Amy Dockser Marcus,
    Jerusalem 1913). Bayangkan, komunitas yahudi saat itu yang sekecil
    komunitas muslim di Swedia saat ini tiba-tiba menuntut Negara sendiri
    dengan luas wilayah yang melebihi luas wilayah penduduk aslinya. Kalau
    muslim di Swedia tiba-tiba menuntut mendirikan Negara Islam, mereka
    pasti segera dicokok dan dilabeli teroris.

    Memori pembantaian ini dihapus dari sejarah dunia dan dari kesadaran
    rakyat Israel. Pada saat yang bersamaan, kenangan pahit ini terus
    hidup di antara rakyat Palestina. Maka, sangat sulit bagi orang
    Palestina untuk menerima perdamaian yang tidak pernah berpihak pada
    mereka, lha wong keberadaan Israel saja tidak legal! Wajar jika
    popularitas HAMAS semakin lama justru semakin meningkat.

    Indonesia saat itu tegas tidak mengakui Israel karena melihat fakta
    ini. Sayang, kini banyak yang sudah lupa. Banyak yang terjebak dalam
    narasi fiktif "Israel yang cinta damai terancam keberadaannya oleh
    HAMAS yang ekstrimis yang tidak mau damai".

    Kalaupun kita harus menerima fakta bahwa berdasarkan hukum rimba
    Israel itu eksis, tidak berarti bahwa kita berhak menyalahkan mereka
    yang menghendaki perdamaian sejati yang lahir dari kemerdekaan. Saya
    mendukung proses perdamaian, tapi harus dengan dialog yang adil dan
    terbuka yang melibatkan HAMAS sebagai kekuatan riil di Timur Tengah.
    tidak sekedar perjanjian sepihak yang dibuat AS dan Israel lalu dipaksakan pada Palestina.

    Kemanusiaan. Keindonesiaan. Islam. Ketiganya memaksa saya berpihak
    pada yang lemah dan tertindas.

    "If you stand for nothing, you will fall for anything"
    Malcolm X

    ************ ********* ********* ********* ********* *

    1. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di
    Israel?

    2. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh
    dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina
    yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus
    diusir ke luar Palestina?

    3. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus
    menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi?

    4. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran
    tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika
    sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel?

    5. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras
    yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel?
    Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk
    yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk
    Palestina di daerah itu?

    6. Tahukah anda bahwa Amerika mengalolasikan 5 milyad US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel?

    7. Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyard US$ setiap tahunnnya? Dan tahukah anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua benua Afrika?

    8. Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyard US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F-16, Apache dan Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya. dan ingatkah anda ketika Amerika mengembargo Indonesia karena pesawat tempur yang kita beli dari mereka kita pakai untuk menyerang separatis di aceh, papua, dan timor?? padahal israel menggunakannya untuk menginvasi negara lain.....

    9. Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbangkan?Khususny a pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.

    10. Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya?

    11. Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik pengembangan senjata nuklir?

    12. Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan?

    13. Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama
    sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam?

    14. Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?

    15. Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu?

    16. Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak-anak,
    wanita dan orang tua?

    17. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990,seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter? Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel?

    18. Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: "lowongan kerja hanya untuk ras yahudi", "dicari seorang karyawan dengan syarat ras yahudi"?

    19. Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa?

    20. Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu beridiologi radikal dengan persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel?

    21. Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel?

    22. Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: "Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih saying kepada warga arab, dan wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq yang jahat
    dan terkutuk"……

    23. Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia?

    24. Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi?

    25. Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelejen Israel)
    tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaannya?

    26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.

    27. Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948? Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina? karena dihalangi dengan ditandatanganinya kesepatakan OSLO?

    28. Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?

    29. Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina?

    30. Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel? Salah satu contohnya adalah ketika ia
    melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsiannya?

    31. Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid
    tersebut agar runtuh dengan sendirinya?

    32. Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin?

    Note: Sebenarnya masih ada lanjutannya ke bawah yang menampilkan foto-foto kekejaman Israel terhadap rakyat palestina bahkan kepada sukarelawan asing yang membela hak-hak warga palestina di sana, namun berhubung attachment gambarnya cukup lama maka saya potong di sini...

    Semoga Allah menjaga Palestina dari kedzaliman Israel!
    Dan semoga hati-hati kita tak tertutup untuk sekedar melantunkan do'a bagi saudara-saudara kita di palestina sana...

    Allahu Akbar!


    Membongkar rahasia ikhwan dan akhwat nyebelin. . !!!

    Senin, 11 Juli 2011
    17 Mar 2009

    by alfiyandi in Artikel-artikel

    ana-uhibbuka-fillah-yaa-ukhti1

    Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah

    Nih dia yang ditunggu-tunggu. Hehehe…

    Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

    Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

    Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

    Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
    “Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”

    “Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

    Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
    Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
    (Halah… gombal semua tuh!!!)

    Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
    “Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”

    “Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”

    “ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”

    Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

    Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
    ”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

    Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
    “Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
    Nah lo!!

    Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

    Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

    So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
    Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
    Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )
    Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

    Karena Aku Mencintaimu
    Wahai Ukhty…
    Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
    Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
    Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

    Karena cintaku padamu,
    Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
    Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
    Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

    Karena cinta ini,
    Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
    Ku tak ingin mempesonamu,
    Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
    Atau pun menaruh harap padaku.

    Maka biarlah…
    Aku bersikap tegas padamu,
    Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
    Biarkan aku bersikap dingin,
    Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
    Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

    Semua itu karena aku mencintaimu,
    Demi keselamatanmu,
    Demi kemuliaanmu.

    So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

    Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

    SO SEMUANYA …. WASPADAI ARUS GOMBALISASI!!!

    (Afwan jiddan jika ada yang tersinggung…!!!! Just intermezzo… ^__^)

    virus merah jambu

    salin dari Ratna sahabat cyber mq

    Sambut Ramadhan, Jemput Ampunan

    05 Agu 2009

    by alfiyandi in Artikel-artikel

    Ramadhan Tiba Lagi

    Ramadhan, bulan suci yang penuh ampunan telah datang. Duh, pasti dong kamu-kamu suka cita menyambutnya. Apalagi bila di benak sudah terbayang lebaran di depan mata ketika puasa usai. Watau�sebulan lagi atuh itu mah .

    Mungkin yang membuat Ramadhan berkesan buat kita-kita selain suasananya, juga soal daftar makanan yang cuma ngetren di saat Ramadhan. Ehm, nanti bakal ada lagi kolak pisang yang manis legit, bubur kacang ijo, es kelapa muda, kurma, dan makanan-makanan lain yang jadi rajin hadir ketika Ramadhan datang. Lauk pauk pun jadi lebih istimewa daripada hari-hari biasanya. Yang biasanya cuma tahu, tempe, dan krupuk jadi ada ayam goreng, ayam opor, pepes ikan, dan lain-lain. Biasanya ibu kamu pasti beralasan untuk menghargai yang berpuasa, katanya.

    Belum lagi jam sekolah yang jadi lebih pendek setiap harinya plus libur awal dan akhir Ramadhan yang selalu ditunggu. Guru-guru pun juga jadi lebih sabar. Yang biasanya killer jadi lebih anteng di bulan puasa ini. Mengendalikan hawa nafsu, dalihnya.

    Program-program televisi, radio, surat kabar, majalah, sekolah, kantor dan lain-lain semua jadi sok sibuk menyambut datangnya Ramadhan. Acara demi acara digelar untuk menambah semarak bulan suci ini. Disesuaikan dengan kondisi. Ada ngabuburit atau acara yang dikemas menjelang berbuka, ada kentongan sahur, buka puasa bersama, siraman ruhani hingga kuis-kuis juga tak mau ketinggalan.

    Ramadhan adalah�

    Bagi remaja seusia kamu, nggak semua loh bersuka cita menyambut Ramadhan. Ada yang menganggap kalo Ramadhan adalah bulan siksaan karena harus puasa menahan lapar dan haus. Belum lagi kudu tarawih malamnya karena paksaan mama-papa. Atau bahkan satu bulan menyebalkan karena kamu tak lagi bisa indehoi pacaran bebas kayak bulan-bulan lainnya. Gubrakz�naudzhubillah, nyebut Neng!

    Kalo kata yang Tercinta kita. Yup, siapa lagi kalo bukan Rasulullah Muhammad saw. dalam khutbahnya tentang Ramadhan:

    �Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakanNya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.�

    Tuh kan, sudah gamblang bin jelas banget diterangkan oleh Rasulullah tentang apa itu Ramadhan. Rugi banget kalo kita nggak bisa manfaatin bulan spesial ini. Martabak aja kita maunya yang spesial, masa’ bulan penuh ampunan ini dijalani biasa aja. Betul?

    Sobat, kamu pasti bakal nyesel bila Ramadhan tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal jelas-jelas di bulan ini obral pahala begitu banyaknya. Seperti sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits qudsiy: �Demi dzat yang jiwaku berada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya.� (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

    Emang sih, semua juga butuh upaya supaya kamu dapetin berkahnya Ramadhan. Bayangin, cuma bernafas dan tidur aja udah dapat pahala. Gimana lagi nilainya kalo kamu juga ngelakuin sholat, puasa, bersedekah, berbakti pada guru dan ortu, menyantuni fakir miskin, belajar Islam, dan mengamalkannya. Wuih…kamu bakalan bingung cara ngitungin pahalanya hehehe. Semoga ya.

    Eits�jangan berbangga dulu. Pahala emang mudah banget didapat di bulan Ramadhan ini, tapi hal-hal yang mengakibatkan pahala itu ngabur kayak ditiup angin juga banyak. Kalo kamu nggak bisa ngejagain mulut kamu dari bergunjing, memfitnah, mengolok dan menyakiti hati orang lain, maka semua pahala puasa kamu jadi sia-sia di bulan ini. Rasulullah bersabda: �Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.� (HR Ahmad)

    Jangan nodai Ramadhan

    Banyak banget yang bilang kalo bulan Ramadhan itu adalah bulan suci jadi kita kudu menghormati. Mereka yang biasanya suka pake baju kurang kain, jadi alim berbaju panjang pas Ramadhan. Kamu yang biasanya hot kalo pacaran jadi agak kaleman. Pun mereka yang biasanya suka korupsi jadi brenti sementara. Wah, itu namanya pembodohan. Sebab, yang namanya umbar aurat, pacarannya hot atau nggak, korupsi biar dikit or banyak, sekali haram tetap haram. Nggak peduli di bulan Ramadhan or di bulan lain.

    Jadilah bulan Ramadhan ini menjadi ajang ganti kulit bagi mereka yang nggak punya pendirian. Kerudung jadi rajin nempel di kepala yang biasanya suka berpakaian sexi. Apalagi didukung oleh artis pujaan yang mencontohkan demikian. Bukannya su’udzon , tapi fakta hehe.

    Bahkan beberapa stasiun radio menyiapkan sebuah acara bertajuk �Ramadhan khusyuk asmara syahdu’. Walah! Dari judulnya aja kamu pasti sudah bisa ngebayangin jalannya acara. Kamu-kamu yang notabene masih remaja berebut telepon ke stasiun radio itu untuk berbagi cerita tentang bagaimana kamu menjalani ibadah di bulan Ramadhan tapi aktivitas pacaran kamu juga semakin hot. Misal, ketika tarawih janjian berangkat bareng dengan pacar, atau ketika ikutan kuliah shubuh bareng mama eh, ternyata malah dapat gebetan baru.

    Belum lagi para ibu-ibu kita yang juga biasanya jadi suka sok sibuk menyambut Ramadhan. Persediaan makanan yang jadi berlimpah, ditumpuk di rumah hingga masak makanan yang seakan menjadi �wajib’ menjelang Ramadhan untuk dibagikan ke para tetangga. Tak ada yang salah sih, tapi jangan lupa Ramadhan bukan hanya sekadar itu.

    Jadikan Ramadhan-mu berarti

    Sungguh sobat, kamu bakal nyesel seumur-umur kalo Ramadhan tahun ini nggak dimanfaatin sebaik-baiknya. Belum tentu kamu masih bisa bersua lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya. Biar kamu nggak salah langkah, ini ada tips-tips sederhana buat kamu:

    Pertama, niatkan ibadahmu karena Allah semata. Yang semula punya niat puasa supaya nyenengin ortu, buang pikiran itu sejauh-sejauhnya. Karena kamu nggak bakal dapat nilai apa pun di sisi Allah kecuali lapar dan haus aja. Rugi banget dong. Lagipula kalo niat puasamu karena apa-apa selain untuk Allah, kamu bakal mudah tergoda. Pulang sekolah di siang bolong ketemu abang jual es, udah kepikiran aja untuk mengabatalin. (hayo�ngaku. Sori bukan nuduh). Belum lagi waktu tarawih. Kalo niat kamu gak murni untuk meraih ridho Allah, kamu bakal males berangkat ke masjid kalo si doi nggak ada. Udah capek jalan jauh-jauh ke masjid eh, tanpa pahala pula.

    Kedua, perbanyak tilawah Quran. Selain pahala yang berlipat-lipat ganda di bulan suci ini, banyak baca al-Quran bikin hati dan pikiran kamu tentram. Nggak melulu nungguin waktu berbuka yang terasa lama. Apalagi melulu ke doi karena jadwal apel terhadang sholat tarawih. Udah deh�niatkan sejak Ramadhan ini adalah ajang kamu mengendalikan hawa nafsu dan syahwatmu. Pacaran mah cuma ajang mancing-mancing kamu mendekati zina. Naudzubillah .

    Ketiga, perbanyak sodaqoh dan amal sholih lain. Uang jajanmu yang praktis utuh karena puasa, bisa kamu gunakan untuk memberi sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan. Bukannya berkurang, harta yang kamu belanjakan di jalan Allah ini bakal kamu petik hasilnya yang berlipat-lipat kali di akhirat kelak. Uang seribu yang cuma buat segelas es, bisa jadi satu kolam es di surga kelak untuk kamu minum sepuasnya. Insya Allah.

    Keempat, tinggalkan dusta dan berbuat buruk. Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a.: Rasulullah bersabda: �Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum.� (HR Bukhari) . Apa sih yang buruk itu? Semua hal yang nggak dibolehin sama syara’ (hukum Allah) maka itu adalah buruk. Mulai dari berbohong, korupsi, pamer aurat, hingga aktivitas mendekati zina alias pacaran adalah nggak boleh. Hehe, ke sini lagi dah. Semua hal buruk itu nggak boleh dilakukan di bulan Ramadhan. Eits�bukan berarti yang nggak boleh di bulan Ramadhan, berarti di bulan lainnya jadi boleh loh. Ati-ati dengan jebakan ini.

    Kelima, ini yang pasti, tingkatkan pemahamanmu tentang Islam. Amal tanpa ilmu buta dan ilmu tanpa amal sia-sia. Jangan mau jadi remaja muslim yang bodoh. Ilmu Islam sedemikian luasnya, kamu tinggal pilih. Otomatis kamu bakal pilih belajar Islam yang bisa buat kamu jadi remaja oke dong. Ibadah bagus, wawasan luas, amal segudang. Jangan mau jadi tipe Si Boy. Sholat oke maksiat jalan terus. Intinya, kita harus punya iman, ilmu, dan amal. Tingkatin yuk!

    Finally�

    Udah seabreg tips yang bisa kamu amalkan untuk Ramadhan kali ini. Sejuta contoh hal buruk yang nggak patut kamu tiru. Bilapun masih ada hal-hal yang bikin kamu nggak nyaman menjalankan ibadah Ramadhan, itu bukan salah kamu. Ketika kamu berangkat dan pulang sekolah masih nemuin warung dan kedai makanan buka serta orang-orang yang dengan cueknya makan minum di sana, anggap itu ujian. Ketika kamu istirahat pingin baca buku di perpus sekolah masih aja ada yang mojok berdua, atau di pojok taman ada temen kamu yang merokok, teman kamu menggunjing, mengolok, dan semua hal yang bikin nggak khusyuk Ramadhan-mu, itu semua bukan salah kamu.

    SEKULER. Yah�semua fenomena yang terjadi adalah produk sekularisme ketika agama dipisahkan dari kehidupan dan dianggap cuma ngurusin sholat, puasa dan zakat doang. Kamu nggak perlu merasa tertekan karena takut mengotori ibadah di bulan Ramadhan. Sebaliknya, kamu kudu peduli dan sayang sama mereka. Kamu kudu ngingetin. Apalagi kalo kamu kebetulan punya kedudukan jadi ketua Rohis or OSIS misalnya. Dengan jabatanmu ini kamu punya hak dan wajib mengingatkan teman-temanmu yang salah jalan dan belum tercerahkan. Atau dengan serendah-rendahnya iman, kamu wajib mengingkari dalam hatimu dengan perbuatan mereka yang jelas-jelas dilarang oleh Islam.

    Finally� Ramadhan telah datang. Jangan mau hanya mendapat lapar dan dahaga saja. Raihlah ampunan Allah yang seluas langit dan bumi itu. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, sobat. Selamat berjuang di bulan Ramadhan ini untuk mendapat predikat muttaqin , orang yang bertakwa. Sambut Ramadhan, jemput ampunan.

    Berlaku taat kalo ada yang liat!!

    07 Jul 2009 
    by alfiyandi in Artikel-artikel

    what??

    Priiit..!!!” teriakan peluit menghentikan seorang pengendara motor yang baru aja nerobos lampu merah. Dengan perasaan cemas, doi segera menghentikan kendaraannya. Kepalanya celingak-celinguk nyari sumber suara peluit. Dari kejauhan tampak tukang gorengan berjalan mendekati doi. Rupanya, tukang gorengan itu polisi yang menyamar. Dengan muka sangar, pak polisi membentak sang pengendara.

    “Kenapa kamu nerobos lampu merah?”
    “Maaf pak, saya nggak liat.” Jawabnya dengan muka memelas.
    “Masa’ lampu merah segede itu nggak keliatan?” hardik pak polisi tanpa belas kasihan.
    “Lampu merah sih liat pak. Cuma….” sang pengendara ragu meneruskan kalimatnya.
    “Cuma apa?!!”
    “Cuma saya nggak liat ada bapak. Hehehe…” jawabnya sambil nyengir.
    Gubraks!

    Penggalan cerita di atas boleh jadi mewakili mental masyarakat kita kalo udah berurusan dengan aturan. Yup, seperti episode sebuah iklan rokok. “taat kalo cuma ada yang liat”. Di tempat kerja, kalo ada bos atau atasan, sibuk kasak-kusuk ketik sana-sini di depan komputer biar keliatan kerja. Giliran bos udah berlalu, kembali ke aktivitas rutin dengan bermain solitaire, chatting, atau ngotak-ngatik friendster.

    Begitu juga dengan lingkungan sekolah. Dandanan seragam sekolah rapi lengkap dengan bet dan lokasi plus dasi cuma keliatan pas ujian doang. Soalnya kalo nggak gitu, pengawas bakal mengeliminasi kita dari ruang ujian. Berabe dong. Ternyata saat ujian, nggak cuma pakaiannya aja yang rapi, tapi contekan pun nggak kalah rapinya. Sampe-sampe pengawas sulit menemukan jejak-jejak keberadaannya. Tapi giliran pengawas meleng dikit atau permisi ke belakang, langsung deh contekan dengan ukuran font kecil dan tulisan nggak karuan mulai menampakkan diri. Mumpung nggak ada yang liat. Nah lho?

    Aturan Islam juga kebagian
    Sobat, mental ‘taat kalo diliat’ ternyata mewabah juga pada sikap remaja muslim terhadap hukum Islam. Beberapa aturan Islam yang lengket dalam keseharian kita, masih aja pake pertimbangan ada yang ngawasin apa nggak.

    Seperti shalat lima waktu misalnya. Sedih juga kalo kita tahu ternyata masih ada sebagian temen-temen kita yang shalatnya angin-anginan. Kalo disuruh ortu dengan ancaman pemblokiran uang jajan, baru deh mau shalat meski dengan berat hati. Pas lagi bareng bokin yang baru jadian, shalat nggak pernah ketinggalan. Tapi pas nggak disuruh ortu atau nggak terancam pemblokiran uang jajan, shalatnya tergantung mood. Gitu juga pas lagi sendiri tanpa kehadiran pujaan hati, urusan shalat mah entar-entar dulu. Payah deh!

    Kewajiban menutup aurat juga mengalami nasib yang sama. Banyak remaja muslimah yang baru mau nutup aurat alias pake kerudung dan pakaian tertutup saat mau ikut pengajian atau pesantren kilat. Nggak enak kalo keliatan ustadz nggak nutup aurat. Ada juga yang rajin pake seragam sekolah yang menutup aurat lantaran diwajibkan sekolah. Diluar itu, mereka kembali ke alamnya yang dijejali tren fashion yang mengumbar aurat dalam berbusana. Sayang ya?

    Sobat, mental ‘taat kalo diliat’ ini memang gaswat kalo dibiarkan. Remaja bisa terbiasa jadi munafik. Plus bisa terkontaminasi penyakit riya’ yang seneng dipuji atau diliat orang. Dua sikap ini yang bisa menggerogoti keikhlasan kita dalam beramal kebaikan. Nabi saw. bersabda: “Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung tihamah yang putih. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebaran. Tsaubah berkata: “Wahai Rasulullah, sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Rasulullah saw. bersabda: “Ingatlah!, mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian, tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah, maka mereka melanggarnya.” (HR. Ibnu Majah).

    Tuh kan sobat, cuma para pengecut yang pantas punya mental ‘taat kalo diliat’. Mungkin aja dia merasa hebat dan jagoan bisa lolos dari pengawasan atas pelanggarannya, tapi sebenernya dia justru berjiwa kerdil yang nggak punya nyali untuk tetep komitmen dengan perilakunya yang terpuji. So, udah deh buang jauh-jauh mental pecundang ini. Atau kamu bakal tekor dunia-akhirat? Ih, amit-amit.

    Cuma taat kalo diliat, kenapa?
    Mental “taat kalo diliat’ tumbuh subur lantaran empat hal: niat, sanksi, pengawasan, en kesadaran.
    Pertama, niat. Kita pasti tau kalo niat selalu ada di balik setiap perbuatan. Terlepas apa niat itu udah direncanain jauh-jauh hari atau spontan. Untuk ketaatan pada aturan, nggak semuanya enjoy jalaninnya. Aturan udah kadung dianggap ngebatasin gerak. Kalo ngadepin aturan, bawaan niatnya jelek mulu. Pikirnya, aturan ada untuk dilanggar, bukan untuk ditaati. Walhasil, kalo niat udah kuat, ngelanggar aturan jadi kebiasaan. Malah perbuatan dosa pun dianggap sepele. Dari sekedar nggak shalat, nggak nutup aurat, sampe jadi pelaku tetap maksiat apa pun. Cuma lantaran nggak ada yang liat. Berabe kan?

    Kedua, sanksi. Sebuah aturan bakal tegak en punya power buat ngatur kalo ada sanksi yang tegas. Tanpa itu, orang bisa setengah-setengah taat ama aturan. Jangan mentang-mentang punya duit, aturan bisa dibeli. Sementara yang duitnya pas-pasan, kudu relapaksa hadir di pengadilan. Kalo rasa adil itu pilih kasih, orang nggak ngerasa penting untuk taat aturan. Ya, untuk apa taat, kalo yang nggak taat pun bisa seenaknya ngebeli aturan. Kalo udah begini, taat sama dengan makan ati. Cuapek deeeh!!

    Ketiga, pengawasan. Ketegasan sanksi nggak punya arti tanpa pengawasan. Makanya, pengawasan yang kendor terhadap aturan, memancing orang untuk maen curang. Nggak ada polantas alias polisi lalu lintas, berarti ada kesempatan untuk nyari jalan pintas. Payah!

    Keempat, kesadaran. Ini gerbang terakhir sebelum seeorang ngelanggar aturan. Niat udah kuat, sanksi nggak ketat, yang ngawasin juga nggak ada di tempat, berarti tinggal selangkah lagi. Kalo dia sadar ada beban moral untuk melanggar atau ngerasa bakal bikin rugi semua pihak, tentu mikir-mikir lagi untuk nggak taat. Sayangnya, beban moral terlalu lemah untuk mencegah pelanggaran. Di zaman nafsi-nafsi kayak sekarang, moral udah jadi almarhum. Yang ada tinggal kepentingan diri sendiri dan cuek dengan sekitarnya. Nggak asyik tuh!

    Sobat, dari keempat faktor di atas, yang terakhir kudu dapet perhatiin khusus. Yup, soalnya kalo kesadaran seseorang dilandasi dorongan yang shahih, tentu nggak gampang tergoda melanggar aturan. Mesti niat, sanksi, atau pengawasan udah kondusif. Di sinilah pentingnya kita punya kesadaran shahih yang nggak cuma ngandelin beban moral. Dan itu ada dalam Islam. Yuk!

    Allah pasti Ngeliat, Bro!
    Sebagai seorang muslim, kita udah sering dengar sifat-sifat Allah yang biasa dikenal dengan sebutan asma’ul husna. Keyakinan terhadap asma’ul husna ini yang mengokohkan keimanan kita kepada Allah Swt. Keimanan yang akan melahirkan kesadaran akan adanya Allah dalam setiap perilaku kita di dunia. Penting nih!

    Salah satu sifat Allah yang mulia itu adalah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Itu artinya, Allah bisa melihat dan mengetahui setiap perilaku hambaNya baik di tempat terang maupun tempat yang tersembunyi. Termasuk mengetahui letak semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di tengah malam yang gelap gulita. Tuh kan, makhluk kecil yang tak terjangkau penglihatan manusia aja dengan mudah diketahui Allah, gimana kita yang ukurannya beberapa ratus kali lipat dari ukuran semut. Makanya nggak wajar kalo kita selaku muslim merasa nggak ada yang ngawasin perbuatan kita saat berbuat maksiat.

    Dalam sebuah kisah pada masa pemerintahan Umar bin Khaththab, terjadilah dialog antara ibu penjual susu dengan putrinya.
    “Tidakkah kau campur susu daganganmu dengan air? Subuh telah datang,” kata sang Ibu.
    “Bagaimana mungkin aku mencampurnya, sedangkan Amirul Mukminin telah melarang mencampur susu dengan air?” jawab putrinya.
    “Orang-orang telah mencampurnya. Kau campur saja. Toh, Amirul Mukminin tidak akan tahu.”
    Putrinya menjawab, “Jika Umar tidak tahu, Tuhan Umar pasti tahu. Aku tidak akan mencampurnya karena dia telah melarangnya.”
    Dari kisah di atas, kita bisa ambil pelajaran berharga bahwa pengawasan manusia terbatas, namun pengawasan Allah unlimited!

    Lolos di dunia, belum tentu di akhirat
    Sobat, di antara kita mungkin udah tau celah untuk lolos dari razia polantas. Ada juga yang mahir ngibulin guru biar bisa cabut tepat waktu. Atau mungkin udah terbiasa menghilangkan jejak agar tak terdeteksi oleh pengawasan ortu. Tapi siapa yang jamin kamu bisa sembunyi dari pengawasan Allah? Nggak ada. Kalo kamu ngerasa aman dan bebas ngelanggar aturan Allah cuma lantaran Allah nggak terlihat, siap-siaplah menghadapi rasa takutmu yang menjadi-jadi di akhirat nanti.

    Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. Allah berfirman: “Demi kemuliaanKu, aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Jika ia takut kepadaKu di dunia, maka Aku akan memberikannnya rasa aman di hari kiamat. Jika ia merasa aman dariKu di dunia, maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di hari kiamat.” (HR Ibnu Hibban)

    Karena itu, agar kita nggak ngerasa aman dari Allah di dunia, Allah udah ngasih konsekuensi pahala dan dosa untuk ngukur ketaatan kita pada syariatNya. Kalo kita senantiasa taat dan ikhlas dalam ngikutin tuntunan Allah dan RasulNya di hari-hari kita, kita bisa meraih pahala. Sebaliknya, kalo kita melanggar atau taat setengah hati terhadap Allah, dosalah yang kita dapetin. Semuanya bakal diperlihatkan pada kita diakhirat nanti.

    Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS al-Zalzalah [99]: 7-8)

    Hanya ada satu cara untuk memperkuat kesadaran akan adanya Allah Ta’ala, yaitu dengan ngaji. Yup, dengan mengaji kita selalu diingatkan akan kebesaran Allah dengan sifat-sifatNya yang mulia, kelengkapan syariatNya untuk mengatur hidup kita, dan kasih sayang Allah bagi hamba-hambaNya yang selalu berusaha untuk taat di segala situasi dan kondisi. Selalu pake ukuran dosa atau pahala sebelum berbuat.

    Kini, saatnya kita menguatkan kesadaran kita akan adanya Allah Swt. dan sifat-sifatNya. Cukup mental ‘taat kalo diliat’ hanya ada dalam pariwara aja. Nggak usah ditiru dalam berperilaku. Sebaiknya kita berprinsip: dengan atau tanpa pengawasan dari manusia, kita tetep taat ama aturan Allah. Karena Allah Swt. pasti ngeliat, malaikat Raqib dan Atid selalu mencatat, so, taat syariat nggak kenal tempat.

    Jagalah Hijab

    04 Mei 2009

    by alfiyandi in Artikel-artikel

    Jagalah Hijab

    “Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???”,tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis, sangat dekat posisi tubuhnya.

    “Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?”,tanya sang mad’u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.

    “Duh… ngeri, lihat itu! Ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat!!”,ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihat ikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda dengan orang berpacaran.

    “Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?”,tanya seorang akhwat penuh keheranan.

    Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena:
    1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.
    2. Sudah mengetahui namun belum memahami.
    3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.
    4. Sudah mengetahui dan memahami namun tergelincir karena lalai.

    Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjenggot dan celana menggantung namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan implementasi (amal).

    Sesungguhnya panggilan ‘ikhwan’ dan ‘akhwat’ adalah panggilan persaudaraan. Ikhwan’ artinya adalah saudara laki-laki, dan akhwat’ adalah saudara perempuan. Namun, di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang Islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya, dan akhlaknya baik. Atau, bisa dikonotasikan dengan jamaah tertentu. Oleh sebab itu, tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-ikhwanan’-nya atau ke-akhowatan’-nya bila belum bisa menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.

    Aktivis sekuler tak lagi segan

    Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya, ‌”Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi”.

    Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.

    Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat

    Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:

    1. Pulang Berdua
    Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan/motor ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.

    2. Rapat Berhadap-Hadapan
    Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah cair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya – bila belum mampu menggunakan hijab – dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.

    3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)
    Bukankah ada pepatah yang mengatakan, Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati‌. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, ‌Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.

    4. Duduk/Jalan Berduaan
    Duduk berdua di taman sekolah/kantin/warung untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah orang-orang tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.

    5. ‘Memesan’ Untuk Menikah
    “Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang”. Sang ikhwan belum lulus sekolah sehingga ‘memesan’ seorang akhwat untuk menikah suatu saat nanti karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.

    6. Menelepon yang Tidak Urgen (penting)
    Menelepon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.

    7. Ber-SMS yang Tidak Urgen
    Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da’wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.

    8. Berbicara Mendayu-dayu
    “Deuu Akhiii, antum bisa aja deh..!”, ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.

    9. Bahasa yang Akrab
    Via SMS, via kertas, via fax, via email, via FS, via FB, ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :) “. Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami istri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau ini hanya bahasa tulisan namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri. Jadi maksiat hati.

    10. Curhat
    “Duh, bagaimana ya…, ane bingung nih, banyak masalah begini dan begitu, akh”. Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasi da’wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah lagi.

    11 Yahoo Messenger/FS/FB/Chatting Yang Tidak Urgen
    YM dan sejenisnya termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal ‘penting’ di sini. Namun, menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena kholwat virtual bisa saja terjadi.

    12. Bercanda ikhwan-akhwat
    “Biasa aza lagi, ukhtiii… hehehehe”, ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan, mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan. (astaghfirullaaah)

    Dalil untuk nomor 1-5:
    a. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan”.(HR.Ahmad)

    b. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS.24: 30)

    c. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.”(QS.24: 31)

    d. Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.‌”

    e. Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah risiko bagimu.” (HR Ahmad)

    Dalil untuk nomor 6-12:
    “… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya…” (QS. Al Ahzab: 32)

    Penutup

    Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak berkholwat (berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.

    Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32).

    Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na’udzubillah. Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat!, jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan!, jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.

    Ya Rabbi, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. Ampunilah kami ya Allah. Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah.

    Referensi:
    www.hudzaifah.org
    www.ikhwansolo.wordpress.com

    ♥●•٠·˙ Maafkan Aku Yang Meninggalkanmu Karna-Nya ˙·٠•●♥ by •٠·˙ Di Atas Sajadah Cinta ˙·٠•

    Minggu, 09 Januari 2011
    Dengan nama Allah... sebaik-baik Pemberi Ganjaran.

    Namamukah yang tertulis di Lauhul mahfuz sana?

    Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?

    Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?





    Adakah kau yang tercipta untukku?

    Jawab pertanyaanku ini.

    Jawab!

    Kau takkan pernah dapat memberi jawaban,

    Kerna jawabannya bukan di tanganmu,

    Tetapi di tangan-Nya.

    Di tangan Tuhan kita; Allah,

    Tuhanku dan Tuhanmu.

    Gelisahku memikirkan dirimu,

    Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,





    Maafkan aku,

    Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.

    Jemput diriku pabila waktunya tiba,

    Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia,

    Akan kucipta cinta bersama Dia,

    Sebelum kucipta cinta antara kita.

    Jadilah dirimu kumbang yang hebat,

    Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar,

    Untuk itu, Aku tinggalkan dirimu pada-Nya

    Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu,

    Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya,

    Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

    Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,

    Jika benar aku tercipta untukmu,

    Tiada apa yang dapat menghalangnya,

    Sebelum saat itu tiba,

    Berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan,

    Mohonlah padanya dengan penuh mengharap.

    Yakinlah pada janji Allah!

    Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Surah An Nur: 26]

    Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu,

    Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata,

    Yakinlah!

    Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti.

    Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu,

    Daripada yang sekarang (permulaan),

    Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu ,

    Lalu (hati) kamu menjadi puas.

    [Surah Ad dhuha: 4 & 5]

    Beruntunglah kamu!

    Tatkala Allah memilihmu untuk menyadari hakikat perhubungan antara lelaki dan wanita

    Allah memilihmu!

    Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini.

    Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya

    Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu

    Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

    [Surah As Syams: 8-10]

    Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:

    "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,

    Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:

    "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;

    dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu

    [Surah Fussilat: 30]

    Dan ketika kamu merasa lemah,

    Mohonlah kekuatan dari-Nya,

    Allah itu dekat,

    Yakin pasti.

    Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,

    Maka mohonlah perlindungan kepada Allah,

    Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Fussilat: 36]



    Kamu dan aku adalah intan terpilih,

    Berdoalah aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,

    Berdoalah tiada sang kumbang durjana merusakkannya sebelum yang halal tiba,

    Aku juga sentiasa mendoakanmu agar dalam peliharanya,

    Sentiasa.

    KITA, PRASANGKA, MEREKA

    Jumat, 31 Desember 2010




    Kita hidup di tengah- tengah khalayak
    Yang selalu berbaik sangka....


    Alangkah berbahayanya
    Terlalu percaya pada baik sangka mereka
    Membuat kita tak lagi jujur pada diri
    Atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu


    Tapi keinsyafan membuat kadang terfikir
    Bersediakah mereka tetap jadi saudara
    Saat tahu siapa kita sebenarnya
    Kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
    Saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
    Dan... bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
    Ketika tahu bahwa iman kita berlubang- lubang


    Inilah bedanya kita dengan Sang Nabi
    Dia dipercaya, karena dia dikenal
    Sebagai Al-Amin, orang yang terpercaya
    Sementara kita dipercaya, justru karena
    Mereka semua tidak mengenal kita


    Yang ada hanya baik sangka...


    Maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
    Dengan berbuat sebaik- baiknya
    Atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar
    Lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesama
    “ya Allah, jadikan aku lebih baik dari semua yang mereka sangka
    Dan ampuni aku atas aib- aib yang tak mereka tahu...”


    Atau doa seorang tabiin yang mulia:
    “ya Allah jadikan aku dalam pandanganku sendiri
    Sebagai seburuk- buruk makhluk
    Dalam pandangan manusia sebagai yang tengah- tengah
    Dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia”


    -Salim A.Fillah-

    Maka Nikmatilah, Karena Ini Pun Akan Berlalu

    Selasa, 21 Desember 2010
    Saat di depanmu terhidang nasi sayur tahu tempe, mengapa mesti sibuk berandai-andai dapat makan ikan, daging atau ayam ala resto? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang ada tanpa berkesah, pastilah rasanya tak jauh beda. Karena enak atau tidaknya makanan lebih tergantung kepada rasa lapar dan mau tidaknya kita menerima apa yang ada. Maka nikmatilah, karena jika engkau terus mengharap makanan yang lebih enak, makanan yang ada di depanmu akan basi, padahal belum tentu besok engkau akan mendapatkan yang lebih baik daripada hari ini.

    Saat engkau menemui udara pagi ini cerah, langit hari ini biru indah, mengapa sibuk mencemaskan hujan yang tak kunjung datang? Padahal kalau saja kau nikmati adanya tanpa kesah, pastilah kau dapat mengerjakan begitu banyak kegiatan dengan penuh kegembiraan. Maka nikmatilah, jangan malah resah memikirkan hujan yang tak kunjung tumpah. Karena jika kau tak menikmatinya, maka saat tiba masanya hujan menggenangi tanahmu, kau pun kan kembali resah memikirkan kapan hujan berhenti.

    Percayalah, semua ini akan berlalu, maka mengapa harus memikirkan sesuatu yang tak ada, namun suatu saat pasti akan hadir jua? Sedang hal itu hanya akan membuat kita kehilangan keindahan hari ini karena mencemaskan sesuatu yang belum pasti.

    Saat engkau memiliki sebuah pekerjaan dan mendapatkan penghasilan, meski tak sesuai dengan yang kau inginkan, mengapa mesti kesal dan membayangkan pekerjaan ideal yang jauh dari jangkauan? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang kau miliki, tentu akan lebih mudah menjalani. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat kau dapatkan apa yang kau inginkan, ternyata tak seindah yang kau bayangkan. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat sudah kau lepaskan, kau akan menyesal, ternyata begitu banyak kebaikan yang tidak kau lihat sebelumnya. Ternyata begitu banyak keindahan yang terlewat tak kau nikmati.

    Maka nikmatilah, dan jangan habiskan waktumu dengan mengeluh dan menginginkan yang tidak ada. Maka nikmatilah, karena suatu saat, semua ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, jangan sampai kau kehilangan nikmatnya dan hanya mendapatkan getirnya saja. Maka nikmatilah dengan bersyukur dan memanfaatkan apa yang kau miliki dengan lebih baik lagi agar besok menjadi sesuatu yang berguna. Maka nikmatilah karena ia akan menjadi milikmu apa adanya dan hanya saat ini saja. Sedang besok bisa jadi semua telah berganti.

    Jika hari ini engkau menderita, maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu, jangan biarkan dia pergi, kemudian ketika kau harus lebih menderita suatu saat nanti, engkau tidak sanggup menahannya. Maka nikmatilah rasa sedihmu, dengan mengenang kesedihan yang lebih dalam yang pernah kau alami. Dengan membayangkan kesedihan yang lebih memar pada hari akhir nanti jika kau tak dapat melewati kesedihan kali ini.

    Dengan menemukan penghapus dosa pada musibah yang kau alami kini. Maka nikmatilah rasa galaumu, dengan betafakkur lebih banyak atas permasalahan yang kau hadapi. Dengan memikirkan kedewasaan yang kan kau gapai atas resah dan galau itu. Dengan kematangan yang akan kau miliki setelah berhasil melewati semua ini. Maka nikmatilah rasa marahmu, dengan kemampuan mengendalikan diri. Dengan memikirkan penggugur dosa yang kan kau dapatkan. Dengan mendapatkan kemenangan atas diri pribadi yang tak semua orang dapat lakukan.

    Maka nikmatilah, dengan berpikir positif atas apa pun yang kau jalani, atas apapun yang kau hadapai, atas apapun yang kau terima, karena dengan begitu engkau akan bahagia. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu jua. Maka nikmatilah, karena rasa puas dan syukur atas apa yang telah kita raih akan menghadirkan ketenteraman dan kebahagiaan. Sedang ketidakpuasan hanya akan melahirkan penderitaan. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, agar engkau tidak kehilangan hikmah dan keindahannya, saat segalanya telah tiada. Maka nikmatilah, agar tak hanya derita yang tersisa saat semua telah berakhir jua.

    APA PANTAS BERHARAP SURGA ...???

    Senin, 20 Desember 2010
    Buat sdr ku di mana pun berada, mdh2n bisa mengingatkan kita kembali kl seandainy tlupa. di copased(copy, paste + edit dkt, mg tdk mngubah mkna) dari Eramuslim beberapa tahun yg lalu,,,
    baca pelan, dan resapi dlm hati,,, mdh2n bs membersihkn hati qt menyambut ujian,, ujian apapun itu,,,




    Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga dua rakaat, itupun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu ? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai., tanpa doa dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan shalat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan : “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan Sholat Model Ini, APA PANTAS MENGAKU AHLI IBADAH....????


    Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis menohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat menunggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.


    Baca Qur’an sesempatnya, itupun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah tak sedikitpun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang yang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itupun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini NGAKU BERIMAN...???


    Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dan sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetesan air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah khusyuk, penuh pemahaman dan pengamalan tertinggi.


    Bersedekah jarang, begitu juga infaq. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yahhh.... hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum....??? Kalau Sudah Seperti Ini, APA PANTAS BERHARAP KEBAIKAN DAN KASIH ALLAH...???


    Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah dan istri-istri beliau lainnya. Dia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.


    Setiap hari ribut dengan teman dan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma masalah sepele dan remeh-temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini ?? ADAKAH PANTAS HATI YANG SEPERTI INI BERTEMU DENGAN ALLAH DAN RASULULLAH KELAK..???


    Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang yang beriman yang masuk ke dalam syurga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu..??? LALU KENAPA TERUS MASIH BERMUKA MASAM TERHADAP SAUDARA SENDIRI...???


    Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apapun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-Orang Seperti Kita Ini, APA PANTAS BERHARAP SYURGA ALLAH...???


    Dari ridho orang tualah, ridho Allah diraih. Kaki mulia ibulah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh syurga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia untuk disimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan ??? Karena banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Atau harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka ...??? JANGAN TUNGGU PENYESALAN....
    Astaghfirullah.....